JMS 2026 Satukan Media Lokal Jateng Hadapi Disrupsi Digital
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Bendera partai politik. /Solopos-Maulana Surya
Harianjogja.com, SLEMAN—Pencatutan identitas warga sebagai anggota salah satu partai politik pada Senin (3/4/2023) lalu ternyata bukan yang pertama. Bawaslu Sleman mencatat sudah ada lebih dari 20 orang yang pernah dicatut oleh parpol yang berbeda-beda.
Ketua Bawaslu Sleman, Muhammad Abdul Karim Mustofa, mengatakan pihaknya tengah mengadvokasi warga yang dicatut identitasnya sebagai anggota partai. “Saat verifikasi parpol sebelumnya sudah banyak, kami mencatat dan mengadvokasi lebih dari 20 orang,” ujarnya, Rabu (5/4/2023).
Aduan masyarakat dalam tahapan pendaftaran dan verifikasi parpol ini penting karena menyangkut syarat dukungan parpol dalam kepesertaan di Pemilu Serentak tahun 2024.
“Dari keseluruhan pengadu, ada yang menindaklanjuti dengan melapor secara mandiri melalui infopemilu.kpu.go.id, namun ada juga yang difasilitasi Bawaslu SLeman,” katanya.
BACA JUGA: Merasa Nama Istrinya Dicatut, Warga Sleman Ancam Polisikan Salah Satu Parpol Peserta Pemilu
Bawaslu Sleman sebatas menerima aduan dan menyampaikan aduan tersebut ke KPU Kabupaten Sleman. Bawaslu berharap KPU Kabupaten Sleman dapat menindaklanjuti dan menyampaikan hal ini ke parpol yang bersangkutan. “Prosesnya akan tetap kami kawal,” ujar dia.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar segera mengadu ke Bawaslu Kabupaten Sleman jika identitasnya dicatut oleh parpol. “Kami pun mengimbau kepada parpol agar tidak mencatut nama dan NIK seseorang yang sebenarnya bukan anggotanya,” katanya.
Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, mengatakan pencatutan identitas tersebut dilakukan oleh berbagai parpol yang berbeda, seperti Perindo, PPP dan lainnya.
Berdasarkan wilayahnya, aduan tersebut muncul di Kapanewon Gamping, Moyudan, Ngaglik, Ngemplak, Depok, Godean dan Mlati. Dilihat dari profesinya, warga yang dicatut identitasnya ini ada yang merupakan PNS, perangkat kalurahan, karyawan swasta dan mahasiswa. “Dari data ini, KPU Kabupaten Sleman akan menindaklanjutinya dalam proses verifikasi parpol calon peserta Pemilu 2024,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Ferrari Luce sebagai mobil listrik pertama Ferrari memicu penurunan saham dan debat soal arah elektrifikasi supercar.
Sapi kurban 1 ton dari Presiden Prabowo dibagikan ke 300 KK di bantaran Code, Kota Jogja saat Iduladha.
HP cepat panas bisa disebabkan kebiasaan penggunaan dan lingkungan. Simak penyebab dan cara mengatasinya agar ponsel tetap awet.
Red flag dan green flag jadi cara populer menilai hubungan sehat atau berisiko dalam percintaan modern.
Hasil undian Indonesia Open 2026 membuat sejumlah wakil Indonesia langsung menghadapi lawan berat sejak babak pertama.