Beras dan Cabai Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Gunungkidul
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Ilustrasi warga melihat daftar pemilih. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul meminta pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) tidak dilakukan secara asal dengan memperhatikan lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Kemudahan akses ini menjadi kunci agar masyarakat bisa memberikan masukan terkait dengan daftar pemilih ini.
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto mengatakan, seusai penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), KPU wajib mengumumkan hasilnya agar mendapatkan masukan dari masyarakat sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Dalam pengumuman ini, Bawaslu akan memastikan bahwa proses tidak dilakukan secara asal-asalan.
“Harus di lokasi strategis. Misalnya di tempat keramaian atau balai dusun. Kalau perlu diumumkan di setiap RT,” kata Tri kepada wartawan, Rabu (12/4/2023).
Menurutnya pemasangan di lokasi strategis agar memudahkan warga untuk mengaksesnya. Kemudahan akses menjadi kunci agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam memberikan masukan terhadap daftar yang telah ditetapkan.
“Ya kalau asal tempel, maka potensi akan dilihat semakin kecil. Jadi, lokasinya memang harus benar-benar strategis,” kata Tri.
Selain pemasangan di tempat strategis, ia juga meminta agar penempelan tidak dibuat bertumpuk dalam satu bendel. Tri menyarankan agar data DPS bisa ditempel secara berjajar agar mudah dilihatnya.
“Ya kalau model bendelan, orang akan malah melihat. Tapi, kalau berjajar penempelannya, maka untuk mencari daftar nama yang diinginkan akan lebih mudah,” katanya.
Tri menambahkan, untuk pemenuhan hak pilih masyarakat sudah membuat program kawal hak pilih yang berlangsung hingga Februari 2024 mendatang. “Tentunya kami juga membuat pengawasan tentang pengumuman DPS ini dengan menerjunkan petugas pengawas di tingka kalurahan agar berkeleliling,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, salinan data DPS sudah didistribusikan ke masing-masing PPS di setiap kalurahan mulai Selasa siang. Selanjutnya, petugas PPS berkewajiban menugumumkannya di tempat strategis guna mendapatkan masukan dari masyarakat.
“Masukan ini penting untuk perbaikan data calon pemilih,” kata Hani.
Dia menjelaskan, DPS Pemilu 2024 di Gunungkidul ada 616.419 jiwa. Adapun rinciannya, pemilih laki-laki 301.304 jiwa dan perempuan ada 315.115 orang.
“Masukan dari masyarakat akan menjadi dasar untuk perbaikan. Setelah itu, data perbaikan juga kami umumkan lagi, baru setelahnya ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.