BI Perbesar Diskon Hedging, Ekonom Ingatkan Risiko Modal Asing
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika (tengah)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Dituduh mengadu domba Partai Demokrat dan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika mengaku kebingungan.
Padahal, menurut loyalis Anas itu, pihak yang memulai perseteruan adalah pihak Demokrat. Dia berpendapat, sejak Anas akan bebas dari penjara, Demokrat langsung menyerang mantan ketua umum mereka itu.
“Kami malah heran dengan Demokrat kok sensi [sensitif] sekali dengan kebebasan AU [Anas Urbaningrum]. Dari menuduh lemak jahat oleh Herzaky [politisi Demokrat] lalu disuruh AU minta maaf dengan SBY dan lainnya. Siapa yang memulai?” ujar Pasek, Jumat (14/4/2023).
Dia merasa, tuduhan Demokrat soal adanya adu domba oleh PKN malah menunjukkan kepanikan mereka atas kebebasan Anas. Pasek menilai Anas tak ingin bermusuhan dengan siapa pun, termasuk Partai Demokrat. Meskipun begitu, lanjutnya, Anas diyakininya akan mengambil langkah tertentu untuk mencari keadilan dan akan berdampak pada Demokrat. “Karena memperjuangkan keadilan harus bertemu maka itu [permusuhan] sebagai konsekuensi,” ungkap Pasek.
BACA JUGA: Cikeas Gerah Paska Anas Urbaningrum Bebas?
Pasek menjelaskan bahwa Anas tak ada urusan langsung dengan Demokrat. Urusan utama Anas, lanjutnya, dengan pelaku konspirasi yang menyebabkan dirinya jadi tersangka gratifikasi Mobil Harrier terkait dengan kasus Hambalang.
Pasek menyinggung soal Kongres Luar Biasa pada 2013 yang melengserkan Anas sebagai ketua umum Partai Demokrat dan diganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selain juga Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin. “[Padahal] dakwaan dan tuntutan soal Harrier dan Hambalang di putusan PK [peninjauan kembali] terbukti ditolak dan dinyatakan tidak ada,” tutup Pasek.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron merasa pihaknya sengaja diadu domba dengan Anas Urbaningrum, padahal kedua pihak dirasa tak punya masalah.
Dia mengatakan pihak yang coba mengadu domba adalah pecahan Demokrat kubu Moeldoko dan loyalis Anas di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Padahal, menurutnya, Anas tak ingin bermusuhan dengan Demokrat. "Mas Anas ini tidak menyampaikan apa pun, dan tentu kalau melihat situasinya ini hanya diadu domba saja, apakah itu oleh kubu PKN maupun kubu Moeldoko," ungkap Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.
Gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang Tibet, China. Sedikitnya 16 orang tewas, 46 luka-luka, dan ratusan rumah roboh.
MotoGP 2027 akan kedatangan lima rookie. Simak nama Daniel Holgado, David Alonso, Senna Agius, Izan Guevara, dan Nicolo Bulega beserta timnya
Mau membeli mobil listrik? Simak 7 hal penting, mulai dari jarak tempuh, fitur keselamatan, pengisian daya, hingga teknologi baterai.
Marc Marquez menjadi yang tercepat pada FP1 MotoGP Australia 2026 di Phillip Island dengan waktu 1 menit 27,985 detik.
Mario Aji finis di posisi kesembilan FP1 Moto2 Australia 2026 setelah memperbaiki catatan waktu pada lima menit terakhir.