Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.115 Triliun di Kuartal II 2026
Utang luar negeri Indonesia mencapai Rp8.115,4 triliun pada kuartal II/2026, naik 4,4% YoY dengan ULN publik tumbuh 2,9%.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika (tengah)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Dituduh mengadu domba Partai Demokrat dan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika mengaku kebingungan.
Padahal, menurut loyalis Anas itu, pihak yang memulai perseteruan adalah pihak Demokrat. Dia berpendapat, sejak Anas akan bebas dari penjara, Demokrat langsung menyerang mantan ketua umum mereka itu.
“Kami malah heran dengan Demokrat kok sensi [sensitif] sekali dengan kebebasan AU [Anas Urbaningrum]. Dari menuduh lemak jahat oleh Herzaky [politisi Demokrat] lalu disuruh AU minta maaf dengan SBY dan lainnya. Siapa yang memulai?” ujar Pasek, Jumat (14/4/2023).
Dia merasa, tuduhan Demokrat soal adanya adu domba oleh PKN malah menunjukkan kepanikan mereka atas kebebasan Anas. Pasek menilai Anas tak ingin bermusuhan dengan siapa pun, termasuk Partai Demokrat. Meskipun begitu, lanjutnya, Anas diyakininya akan mengambil langkah tertentu untuk mencari keadilan dan akan berdampak pada Demokrat. “Karena memperjuangkan keadilan harus bertemu maka itu [permusuhan] sebagai konsekuensi,” ungkap Pasek.
BACA JUGA: Cikeas Gerah Paska Anas Urbaningrum Bebas?
Pasek menjelaskan bahwa Anas tak ada urusan langsung dengan Demokrat. Urusan utama Anas, lanjutnya, dengan pelaku konspirasi yang menyebabkan dirinya jadi tersangka gratifikasi Mobil Harrier terkait dengan kasus Hambalang.
Pasek menyinggung soal Kongres Luar Biasa pada 2013 yang melengserkan Anas sebagai ketua umum Partai Demokrat dan diganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selain juga Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin. “[Padahal] dakwaan dan tuntutan soal Harrier dan Hambalang di putusan PK [peninjauan kembali] terbukti ditolak dan dinyatakan tidak ada,” tutup Pasek.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron merasa pihaknya sengaja diadu domba dengan Anas Urbaningrum, padahal kedua pihak dirasa tak punya masalah.
Dia mengatakan pihak yang coba mengadu domba adalah pecahan Demokrat kubu Moeldoko dan loyalis Anas di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Padahal, menurutnya, Anas tak ingin bermusuhan dengan Demokrat. "Mas Anas ini tidak menyampaikan apa pun, dan tentu kalau melihat situasinya ini hanya diadu domba saja, apakah itu oleh kubu PKN maupun kubu Moeldoko," ungkap Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Utang luar negeri Indonesia mencapai Rp8.115,4 triliun pada kuartal II/2026, naik 4,4% YoY dengan ULN publik tumbuh 2,9%.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya 26 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal Kereta Bandara YIA 26 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 26 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.