Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Nama-nama bakal calon legislatif (bacaleg) Bantul baru yang bertarung dari partai besar dimungkinkan sulit terpilih karena harus bersaing dengan para petahana pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Sejumlah partai politik (Parpol) dengan jumlah kursi mayoritas di DPRD Bantul seperti PDIP (11 kursi), Gerindra (8 kursi), PKB (6 kursi), PAN (5 kursi) dan Golkar (5 kursi) dipastikan masih mengusung para petahana yang sekarang masih menjabat di DPRD Bantul untuk kembali bertarung pada Pileg 2024.
Sejumlah parpol juga mematok target tinggi untuk Pileg 2024 mendatang. Misalnya PDIP yang optimistis mampu meraih 22 kursi atau naik 100 persen dibandingkan dengan Pileg 2019 lalu. PAN pun demikian dengan target sembilan kursi dan PKB yang berharap Pileg juga mendongkrak suara di dapil.
Mantan Lurah Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul Ani Widayani yang maju lewat PDIP pada Pileg 2024 mendatang optimistis bisa bersaing dengan para petahana. Ia menyebut alasannya untuk maju bukan dari pribadi saja melainkan juga dari dukungan warga.
“Saya perkuat jaringan agar bisa terpilih dan duduk di DPRD Bantul,” katanya Minggu (14/5/2023).
Menurut Ani, pemerataan pembangunan menjadi salaah satu alasannya untuk maju ke Pileg 2024. Dia mencontohkan salah satu ruas jalan yang ada di Sumbermulyo rusak parah sementara di sisi baratnya di Gilangharjo mulus.
“Zaman sekarang kalau desa tidak punya wakil rakyat pembangunan pasti terhambat,” ujarnya.
Apalagi suara PDIP di Bambanglipuro maupun Sumbermulyo menjadi yang terbesar di Kabupaten Bantul pada Pemilu 2019 lalu. Tempat itu menjadi lumbung suara. “Saya yakin masyarakat juga cerdas memilih dan sudah melek politik, jadi kita sesama caleg tidak saingan melainkan gotong royong,” katanya.
Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menyebutkan, pada hari terakhir pendaftaran bacaleg untuk Pileg 2024 sampai dengan Minggu sore sejumlah partai telah mendaftarkan diri yakni Hanura, Partai Ummat, Perindo, PPP dan Partai Kebangkitan Nusantara.
“Kami masih menunggu sampai pukul 23.59 wib,” kata Didik.
Ketua DPD Perindo Bantul Rini Kustiati mengatakan, pihaknya mendaftarkan sebanyak 31 bacaleg yang akan bertarung untuk Pileg 2024 mendatang. Sebanyak tujuh bacaleg terdiri dari pelaku dan pemerhati kebudayaan.
“Kita optimistis bisa mendudukkan anggota dewan di Bantul. Kalau target sebanyak-banyaknya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul terus memperketat pengawasan terhadap pemasangan reklame yang melanggar aturan.
Sulit menabung? Coba metode Kakeibo dari Jepang! Tanpa aplikasi, cukup buku dan pena. Ikuti 6 langkah mudah dan tanyakan 7 hal sebelum membeli.
CEO Meta Mark Zuckerberg menilai AS tidak perlu memblokir AI China untuk memenangkan persaingan teknologi. Ia mendorong peningkatan inovasi dan daya saing perus
BLT Kesra Rp900.000 kembali ramai dibicarakan menjelang Agustus 2026. Hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan maupun jadwal pencairan bantuan terseb
Sebanyak 30 hektare sawah di Palihan, Sindutan, dan Jangkaran, Temon, Kulonprogo, bertahun-tahun tak mendapat aliran irigasi Kalibawang. Petani mengandalkan sum