Eks Pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja Tuntut Gaji 4 Bulan Dibayar
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Tidak ada foto
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jogja mengajak Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di wilayah setempat untuk ikut serta menjaga kerukunan dan situasi kondusif menjelang berlangsung Pemilu serentak.
Sebab karakteristik Kota Jogja yang heterogen karena dihuni beraneka macam suku, etnis dan ras tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan keadaan yang tidak kondusif. Selain itu, masuknya tahapan Pemilu disinyalir akan membuat potensi gesekan cukup tinggi ke depan.
Analis Kebijakan Ahli Muda Kelompok Substansi Kewaspadaan Dini Dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Jogja Nyke Lestari menjelaskan, FPK Kota Jogja merupakan salah satu forum di bawah naungan pihaknya yang bertugas menjaga situasi kondusif di wilayah setempat.
“Kami tentu perlu saran-saran masukan dan kritik dari semua paguyuban yang ada untuk membuat satu program atau kegiatan lanjutan di 2024 terkait kondisi wilayah pada saat ini,” ungkapnya, Minggu (16/7/2023).
BACA JUGA: Lima Remaja Ditangkap, Diduga Menganiaya Pemotor yang Merokok
Nyke juga berharap, dengan adanya FPK Kota Jogja yang tersebar di seluruh Kemantren dapat saling bekerja sama dengan tokoh lintas etnis, suku dan budaya dalam menjaga situasi kondusif menjelang berlangsungnya Pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.
Ketua FPK Kota Jogja Wahyu Susanto mengungkapkan, kelompok ini terdiri dari berbagai macam etnis yang ada di Indonesia di antaranya dari Papua, Maluku, Bali, Batak, DKI Jakarta, Jawa, Madura dan sebagainya. Komunikasi dan koordinasi antarkelompok, kata dia selalu diintensifkan terutama memasuki tahun politik ini.
Dia menyatakan bahwa dengan komunikasi dan koordinasi yang intensif masing-masing anggota dari berbagai kelompok akan saling berinteraksi, kemudian mereka bisa saling menyampaikan isi hatinya dan mencoba untuk melakukan interaksi yang lebih intens dalam kegiatan sehari-hari.
"Harapannya situasi wilayah menjadi nyaman dan aman untuk semua kegiatan sebagai kota budaya, kota pendidikan, kota pariwisata dan semuanya akan berjalan seperti yang diharapkan," kata Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.