Pajak Penghasilan Toko Online Dimajukan 1 Oktober, Ini Penjelasan DJP
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Erick Thohir - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Erick Thohir dinilai cocok mendampingi Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2024 karena nama Menteri BUMN tersebut masih bersih. Hal tersebut disampaikan oleh pakar politik sekaligus akademisi Universitas Bengkulu Dr Panji Suminar.
"Sampai saat ini tidak ada persoalan hukum yang diasosiasikan atau dilekatkan pada nama Erick Thohir. Kalau sosok cawapres Prabowo punya persoalan hukum yang diasosiasikan, maka tentu ada dua kartu mati bagi pasangan ini di pilpres," katanya mengutip Antara, Senin (21/8/2023).
Dia mengatakan Prabowo Subianto sudah ditautkan dengan dugaan persoalan hukum dan HAM dan menjadi bahan bagi pihak tertentu menyerang Prabowo pada pemilu sebelumnya. Hal itu, kata Panji, tentu menjadi "kartu mati" yang bisa mengganggu pertimbangan pemilih menjatuhkan pilihannya pada pilpres.
"Berbeda kalau Prabowo berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, ini bisa menjadi dua kartu mati karena Muhaimin Iskandar namanya disangkutkan dengan dugaan korupsi kasus 'kardus durian'. Tentu itu menjadi celah pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pasangan ini, kalau menjadi pasangan capres," kata dia.
Baca juga: Warga Bantul Jual Jenglot Rp17 Juta, Sebut Bisa Datangkan Uang Gaib
Oleh karena itu, nama Erick Thohir lebih potensial digandeng Prabowo Subianto dalam pemilu presiden mendatang. Selain memiliki nama bersih, Erick Thohir memiliki basis sebagai warga NU, Ketua Umum PSSI, dan dicitrakan golongan muda, dan terpenting sosok yang mendapat restu Joko Widodo.
"Prabowo akan memilih calon wakil yang direstui Joko Widodo, ini untuk mendapatkan dukungan dari loyalis Jokowi. Makanya, Prabowo berusaha menggandeng Gibran Rakabuming Raka di pilpres, namun kalau itu tidak memungkinkan, maka saya melihat Erick Thohir pilihan yang direstui Jokowi," ucap Panji.
Panji Suminar menyebutkan Erick Thohir memang tidak memiliki partai politik untuk meningkatkan posisi tawar menjadi calon wakil presiden dibandingkan dengan para ketua umum partai politik di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang memberikan dukungan pada Prabowo untuk menjadi calon presiden.
"Tapi Erick Thohir memiliki kekuatan logistik untuk kebutuhan pemenangan pemilu. Kemudian kalau melihat nama-nama seperti Airlangga atau Muhaimin Iskandar, saya melihat elektabilitas Erick Thohir lebih baik. Kalau dengan PAN karena PAN yang meng-'endorse' Erick Thohir untuk menjadi cawapres Prabowo," ujar Panji
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.