Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Ilustrasi caleg - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah partai politik di Gunungkidul masih belum yakin dengan daftar calon sementara (DCS) yang ditetapkan oleh KPU. Di sisi lain, KPU juga masih memberikan kesempatan untuk mengubah atau mengganti bacaleg yang diusung.
Sekretaris DPD PKS Gunungkidul, Anang Sutrisno mengatakan, untuk pencalegan sudah mengajukan 45 bacaleg ke KPU Gunungkidul. Rinciannya bacaleg laki-laki sebanyak 29 orang dan perempuan ada 16 orang. “Sudah ditetapkan menjadi DCS,” kata Anang kepada Harianjogja.com, Senin (28/8/2023).
BACA JUGA : Masukan untuk DCS Ditutup Hari Ini, KPU Kulonprogo Hanya Terima 2 Saran Warga
Meski demikian, ia mengakui daftar yang telah diserahkan belum final dan masih bisa berubah. Menurut Anang, kepastian baru diketahui pada saat penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).
“Memang masih boleh mengganti atau mengubah formasi bacaleg yang telah disusun,” katanya.
Anang beralasan formasi bacaleg dalam DCS belum final karena masih harus mendapatkan persetujuan dari DPP yang diwujudkan dalam Surat Keputusan. Olerh karena itu, DPD PKS Gunungkidul akan mengikuti setiap arahan yang ditetapkan oleh DPP.
“Jadi kami manut arahan dari DPP. Kalau minta diperbaiki, maka akan dilakukan sesuai dengan perintah yang diberikan,” katanya.
Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, bacaleg sudah ditetapkan, tapi masih ada peluang bagi bacalon yang ingin maju lewat partainya. Hanya saja, untuk merubah formasi dalam DCS tidak serta merta lagnsung dilakukan.
Heri menilai ada beberapa faktor yang harus diperhatikan terkait dengan bacaleg pengganti. Selain dari sisi popularitas dan pengaruh, juga dilihat dari keseriusan untuk menang dalam pileg.
“Ya kalau memang benar-benar kuat dari berbagai aspek, mungki kami bisa memasukan ke daftar sebelum ditetapkan sebagai DCT,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan DCS sudah diumumkan ke publik. Namun , ia mengakui hingga sekarang belum ada pengaduan terhadap penetapan DCS.
BACA JUGA : Duh! Tenaga Ahli DPRD Sleman Masuk dalam DCS
“Masih nihil karena belum ada yang memberikan masukan terkait dengan bacaleg yang ditetapkan sebagai DCS,” katanya.
Menurut dia, penetapan DCS masih belum final karena parpol masih diberikan kesemaptan merubah atau mengganti bacaleg yang diusung. Adapun prosesnya dilakukan pada saat pencermatan DCT yang berlangsung hingga 3 Oktober 2023.
“Yang tidak boleh adalah menambah jumlah bacaleg. Sebab, jumlah DCS yang ditetapkan menjadi dasar yang akan diusung dalam Pemilu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Meta gelontorkan Rp2.617 triliun untuk bangun infrastruktur AI. Laba turun, saham sempat merosot. Visi personal superintelligence Zuckerberg harus dibayar mahal
Lansia berusia 70 tahun ditemukan meninggal di hotel kawasan Parangtritis, Bantul. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Daftar laptop baterai paling awet versi CNET: HP OmniBook 3 16 rekor 34 jam! Persaingan ketat antara Qualcomm, Intel, dan Apple. Simak selengkapnya di sini.
Perdebatan mengenai sponsor ARTJOG ramai bergulir di media sosial menjelang pembukaan pameran pada 19 Juni 2026 lalu. Warganet menyebut lebaran seni ini mulai k