Pemilu Makin Dekat, KPU DIY Ingatkan Masyarakat Tidak Fanatik

Newswire
Newswire Minggu, 15 Oktober 2023 18:07 WIB
Pemilu Makin Dekat, KPU DIY Ingatkan Masyarakat Tidak Fanatik

Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat diingatkan untuk tidak bersikap fanatik terhadap pilihan politik mereka pada Pemilu Serentak 2024. Hal ini diutarakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY Ahmad Shidqi.

"Tidak perlu fanatik terhadap pilihan masing-masing, karena pemilu adalah pesta demokrasi," kata Ahmad Shidqi, Minggu (15/10/2023).

Sebagai sarana integrasi bangsa, Shidqi menambahkan KPU Jogja meminta masyarakat memastikan momen pemilu tidak menjadi sarana perpecahan yang dapat merusak kerukunan dan persatuan.

Untuk memperkuat integrasi, seluruh peserta Pemilu 2024 harus berkomitmen mewujudkan kompetisi yang sehat, tidak menyebarkan kabar bohong atau hoaks, serta menghindari kampanye hitam.

Shidqi menjelaskan tingkat partisipasi pemilih pemilu di Jogja selama ini selalu mencapai di atas 80%. Meski demikian, lanjutnya, ketegangan maupun konflik horizontal, termasuk pengaruh dari hoaks, masih berpotensi menjelang pemungutan suara. Oleh karena itu, hal itu harus diantisipasi bersama.

"Pengalaman [Pemilu] 2019 hoaks juga memicu pembelahan yang berkepanjangan, baik yang menyerang antarpendukung calon maupun hoaks yang menyerang penyelenggara pemilu," jelasnya.

BACA JUGA: Makan Murah saat Wisata ke Jogja, Cek Tempat Ini

Pemilu damai telah dimulai dengan Kirab Pemilu 2024 di Kabupaten Sleman pada Jumat (13/10/2023), sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar pemilu berjalan penuh kegembiraan dan profesional. Berikutnya, deklarasi kampanye damai bakal digelar menjelang tahapan kampanye pada November 2023.

"Nanti, di seluruh kabupaten itu kami akan adakan," tutur Shidqi. Guna menangkal politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial, yang berpotensi merusak perdamaian, Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP) telah mengerahkan para kreator konten di Jogja untuk ikut berperan.

Ketua KISP Moch Edward Trias Pahlevi mengatakan keterlibatan kreator konten menjadi penting, karena Pemilu 2024 memiliki tantangan lalu-lintas informasi negatif, khususnya di media sosial, yang rawan memicu polarisasi masyarakat.

"Saya yakin mereka bisa membuat angle [sudut pandang] menarik, apalagi di TikTok, dan follower mereka juga lumayan. Mereka juga mampu memilah dan memilih informasi," ujar Edward.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online