Pemkab Sleman Gandeng Polisi Jaga Ketersediaan Stok Bahan Pokok
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Ilustrasi politik (Freepik)
Harianjogja.com, KULONPROGO--Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulonprogo menyampaikan tingkat kerawanan pemilu di Kulonprogo tergolong tinggi. Hanya saja kategori tinggi tersebut khusus untuk dimensi kontestasi.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kulonprogo, Muh Isnaini, mengatakan hanya dimensi kontestasi saja yang dikategorikan tingkat kerawanan tinggi, sementara tiga dimensi lain yaitu konteks sosial dan politik, penyelenggaraan pemilu, dan partisipasi masuk kategori sedang.
Dimensi kontestasi mencakup adanya penolakan terhadap calon perempuan di Pemilu/Pilkada ataupun calon berlatar etnis, suku dan agama tertentu. Kemudian, kampanye dengan muatan SARA di tempat umum juga masuk dalam dimensi tersebut begitupun dengan kampanye dengan ujaran kebencian.
“Dari empat indikator [dimensi] yang ada, di Kulonprogo yang tiga nasuk kategori sedangn dan satu tinggi. Yang tinggi itu indikator kontestasi. Ini beda-beda dengan Provinsi atau Kabupaten/Kota lain di DIY,” kata Isnaini dihubungi, Rabu (18/10/2023).
Beberapa waktu lalu, Bawaslu RI juga mengungkap sejumlah provinsi paling rawan politisasi isu SARA dalam Pemilu 2024. DIY menjadi salah satunya dengan menempati urutan ketiga dengan indeks 14,81.
Berdasarkan indeks tersebut dan ditambah tingkat kerawanan di Kulonprogo yang tinggi maka Isnaini mengatakan Bawaslu Kulonprogo dapat melakukan antisipasi potensi kerawanan bernuansa SARA.
“Jika dilihat secara lebih detail, masing-masing kabupaten berbeda tingkat kerawanannya meski secara akumulatif di Jogja perlu perhatian khusus. Yang jelas kami akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengantisipasi dan meredam serta melokalisir potensi kerawanan yang ada. Dengan begitu sebisa mungkin tidak terjadi karena potensi itu bisa dipicu oleh hal-hal yang belum tentu berhubungan langsung dengan pemilu. Jadi perlu kerja sama dengan semua pihak untuk menciptkan susana yang kondusif,” katanya.
Ia mengaku telah melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) membahas penanggulangan isu SARA di ruang digital. Namun hal tersebut tetap perlu dukungan masyarakat melalui peningkatan partisipasi masyarakat untuk mengawasi konten dan melaporkan jika menemukan berita bermuatan fitnah atau yang diindikasi hoask.
Kepala Diskominfo Kulonprogo, Agung Kurniawan, mengatakan kerja sama Bawaslu Kulonprogo dengan dinasnya sesuai dengan tugas pokok fungsi (tupoksi) dan kewenangan masing-masing.
BACA JUGA : Gelar Kirab Pemilu, Kesbangpol Jogja Gandeng KPU Kampanyekan Pemilu Damai
“Diskominfo Kulonprogo ikut berperan aktif dalam sosialisasi dan publikasi tahapan pemilu. Termasuk sosialisasi bijak bermedsos, UU ITE, dan menanggulangi hoak. Kalau untuk menangkal konten-konten negatif menjadi ranah Kementerian Kominfo RI yang memiliki kewenangan men-take down konten negatif,” kata Agung.
Ia mengimbau agar masyarakat selalu mengutamakan sikap bijak bermedos dengan melakukan cek berulang sebelum menerima informasi maupun membagikannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.