Prabowo Bakal Alihkan Dana Pendidikan untuk Makan Siang Gratis Masyarakat

Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi Selasa, 28 November 2023 21:27 WIB
Prabowo Bakal Alihkan Dana Pendidikan untuk Makan Siang Gratis Masyarakat

Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran membeberkan sumber dana Rp400 triliun per tahun yang akan digunakan untuk makan siang dan susu gratis kepada masyarakat.

Sekretaris Jenderal TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengatakan bahwa sumber dana ratusan triliun rupiah itu akan didapat dari pengalihan dana-dana pada pos APBN. "Sumbernya ya dari refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Tergantung pada segmentasi orang bersangkutan," kata dia, Selasa (28/11/2023).

Nusron optimistis anggaran Rp400 triliun per tahun tersebut bisa mengcover 82,9 juta ibu dan anak yang bakal menerima manfaat  makan siang dan susu gratis di Indonesia. "Itu program dengan asumsi ter-cover 82,9 juta atau 100 persen itu baru bisa tercapai pada 2029," kata Nusron.

Menurutnya, Prabowo-Gibran akan menggunakan data yang sudah disahkan oleh kementerian sosial untuk membagikan makan siang dan susu gratis kepada ibu dan anak Indonesia. "Nah, kemudian akan meningkat di tahun berikut. Itu semuanya akan bergelombang," ujarnya.

Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto mencanangkan program makan siang gratis bagi anak bila dirinya terpilih menjadi Presiden RI ke-8 pada 2024 mendatang, dengan mengalokasikan anggaran hingga Rp400 triliun.

BACA JUGA: Pendukung Prabowo-Gibran Kenalkan Goyang Indonesia Maju di Jogja

Dia menyampaikan bahwa hal ini sebagai upaya mengatasi stunting dan angka kemiskinan dari akar masalahnya. “Kalau dilihat, anggaran pendidikan 2024 Rp660 triliun. Kalau makan siang untuk anak sekolah, ini masuk pendidikan atau tidak? Jadi sebenarnya kalau Rp400 triliun alokasinya sebenarnya sudah ada,” ujarnya.

Menurut Prabowo, Indonesia mampu melakukan hal tersebut. Pasalnya, India yang memiliki PDB per kapita lebih rendah dari Indonesia mampu melakukan hal tersebut.

Dia mencontohkan India mampu membuat revolusi putih dengan membagikan susu kepada anak sekolah dan telah berjalan sekitar 35 tahun. “Tadinya hanya susu, tapi ini signifikan. Kemudian saya kira mereka sudah 4-5 tahun melaksanakan makan gratis sekolah. Demikian juga Thailand, Singapura, Malaysia,” lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis