7 Fakta Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Baggott Jadi Pahlawan
Indonesia juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand 4-2 lewat penalti. Simak 7 fakta menarik dari laga final.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, NGANJUK—Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Oesman Sapta Odang (Oso) meminta dan mengingatkan para anggota dan kader partai untuk menjaga kekompakan sekaligus tidak bermain-main dengan suara pada perhelatan tahun politik yang sangat penting bagi kehidupan bangsa saat ini.
Hal tersebut dia sampaikan ketika berbicara pada malam pengarahan pemenangan partai sekaligus menghadiri rangkaian Perayaan HUT Ke-17 Partai Hanura di Ballroom Exindo 97 Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (23/12/2023) malam.
BACA JUGA : Cawapres Ganjar Diumumkan Hari Ini, Mahfud Temui Ketum Partai Hanura
"Saudara-saudara bertarung di Jawa Timur terutama caleg DPR RI, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II. Tingkat II adalah tulang punggung dari tingkat I, tingkat I dan tingkat II adalah tulang punggung dari tingkat nasional. Jadi, kalau Anda tidak kompak, maka tidak akan ada wakil yang sudah 6 orang di sini bisa mewakili di tingkat nasional. Buat apa 6 orang sudah terjangkau, tetapi Anda tidak punya wakil di tingkat provinsi apalagi di tingkat nasional? Itu sebabnya jangan main-main lagi dengan suara," kata Oso.
Oso menjelaskan partai tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama ketika sempat kehilangan suara pada pesta demokrasi beberapa tahun lalu. Semua kader yang mencalonkan diri, Oso melanjutkan, mesti bersatu di dalam sebuah sistem yang solid.
"Dulu main-main, nggak peduli tingkat I. Padahal Anda perlu ada di tingkat I untuk menyuarakan aspirasi Nganjuk di tingkat tersebut dan Anda harus ada di tingkat nasional agar ada wakil Anda yang bisa menyuarakan di tingkat nasional tentang kepentingan Jawa Timur. Kita datang ke sini untuk bersatu, membangun satu sistem yang solid," tegas dia.
Pada kesempatan itu, Oso mengingatkan agar partai memperjuangkan tekad untuk mendapatkan suara pada semua tingkatan wilayah hingga nasional. Menurut dia, kerja sama antaranggota mutlak dibutuhkan untuk merealisasikan hal tersebut.
"Saya melihat kelemahan kita selama ini apa, ah kita sudah menang di Nganjuk. Nggak cukup. Yang penting tidak kalah di Nganjuk? Salah. Saudara harus menang di tingkat I, provinsi, dan tingkat nasional, itu yang benar. Itu sebabnya dulu ada yang hilang suara di tingkat I. Lucu nggak kita bisa menang dapat 6 anggota DPR di sini, terus kita nggak punya wakil di tingkat I? Caranya bagaimana? Tandem. Saudara pilih nomor 10 nama si A, B, lantas tingkat I namanya si C, D, lantas tingkat nasional juga," papar dia.
BACA JUGA : Hanura Resmi Merapat ke Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024
Selanjutnya, Oso mengungkapkan dengan dukungan sistem saat ini partai dapat memantau dengan cepat dan tepat segala perkembangan terkait perolehan suara di seluruh wilayah.
"Jadi nanti kelihatan, kita punya sistem sekarang yang kita bangun elektronik sangat modern. Saya bisa lihat hanya dari kantor saya, di Nganjuk ini TPS ada berapa, TPS A menang TPS B menang, tetapi kenapa di tingkat I kosong atau tingkat nasional kosong? Di sini sekarang ketahuan. Jadi, kita sudah tidak bisa dibohongi dan Anda tidak bisa bohongi diri sendiri juga," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand 4-2 lewat penalti. Simak 7 fakta menarik dari laga final.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.
DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi UU pada 6 Oktober 2026 setelah pembahasan sejak 14 September.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa
Schneider Electric mengakuisisi PTC senilai Rp404 triliun untuk memperkuat bisnis software dan infrastruktur data center AI.
Bawaslu Bantul menggandeng Diskominfo untuk meningkatkan kapasitas keamanan siber dan kesadaran pengelolaan data menjelang Pemilu 2029