KPK Periksa Pejabat Bea Cukai Terkait Dugaan Aliran Uang Korupsi
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menilai tuduhan Nepo Baby kepada calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka tidak beralasan.
Budiman menjelaskan ada beberapa alasan Gibran bukan Nepo Baby, antara lain performa Gibran saat debat kedua pada 22 Desember 2023 lalu menunjukkan dia punya kapasitas dan kemampuan sebagai calon wakil presiden RI.
Oleh karena itu, Budiman, saat ditemui wartawan di Media Center TKN Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis, justru sepakat dengan berita yang disiarkan media asing bahwa Gibran mampu menghapus label Nepo Baby yang kerap dituduhkan banyak pihak terutama setelah debat kedua antar-cawapres.
"Kalau kemudian dia ditafsirkan, dijuluki Nepo Baby malah justru itu pengertian yang bertentangan 180 derajat [dengan situasi riilnya], tetapi enggak ada masalah, Mas Gibran juga sering dijuluki macam-macam," kata Budiman.
Dia menilai label Nepo Baby atau julukan lain yang disematkan kepada Gibran, misalnya, “Samsul”, merupakan upaya untuk merendahkan nama Gibran.
"Nepo baby" atau "Nepotisme baby" merupakan istilah yang merujuk seorang anak mengikuti karier orang tua baik di bidang politik, bisnis, atau jabatan lainnya, karena pengaruh orang tuanya atau bukan karena jalur prestasi/kemampuan pribadinya.
Namun, TKN, menurut Budiman, memilih tidak ambil pusing, karena masyarakat justru mengapresiasi Gibran terlihat dari beberapa hasil survei terbaru yang tersiar pekan ini.
BACA JUGA: Muncul Spanduk Solo Bukan Gibran, Begini Respons Gibran
Terkait dengan anggapan Gibran dapat maju sebagai cawapres karena privilege sebagai anak Presiden RI Joko Widodo, Budiman juga membantah itu.
Dia menjelaskan seseorang disebut punya privilege jika dia memang tidak punya kekuatan elektoral, tetapi Gibran membuktikan dia punya pengaruh elektroral terhadap Prabowo. "Beliau [Gibran] memberi kontribusi yang luar biasa secara elektoral. Itu bisa dilihat ya," ucap Budiman.
Bahkan tidak hanya itu, Budiman menambahkan, Gibran juga mampu menunjukkan kualitasnya saat debat minggu lalu. "Terbukti di debat lalu, [Gibran] membuktikan bahwa dia juga punya aspek-aspek kualitatif, selain juga aspek kuantitatif secara elektoral ya," ujar Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.