Prabowo Singgung Gaza, Sebut Bangsa Tanpa Militer Bakal Tertindas

Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa Minggu, 07 Januari 2024 21:57 WIB
Prabowo Singgung Gaza, Sebut Bangsa Tanpa Militer Bakal Tertindas

Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto saat Debat Capres 2024 pada Minggu (7/1/2024). Tangkapan layar Live Streaming KPU RI

Harianjogja.com, JAKARTA–Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menilai peperangan di Jalur Gaza terjadi lantaran tidak adanya kekuatan militer di negara tersebut.

“Tanpa kekuatan militer, secara peradaban manusia, mengajarkan bahwa bangsa itu akan dilindas seperti di Gaza sekarang ini,” kata Prabowo dalam Debat Capres ke-3,Minggu (7/1/2024).

Menurut Prabowo, kekuatan nasional merupakan kekuatan militer. Apabila kekuatan militer tidak ada maka tidak heran kekayaan nasional dapat diambil alih dan warga Gaza diusir dari tanah air sendiri. Dia pun menyebutkan prinsip kekuatan militer yang diterapkan di Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lemah, apalagi ditindas oleh bangsa lain.

“Saya tegaskan kembali bahwa pelajaran sejarah manusia yang lemah akan selalu ditindas, kita lihat saja apa yang terjadi di Gaza,” ujarnya.

Di samping itu, Prabowo menyinggung sejarah Tanah Air ratusan tahun lalu ketika negara-negara penjajah datang ke nusantara dan mengintervensi, mengganggu, mengadu-domba, hingga mencuri kekayaan alam Indonesia

Baca Juga

Prabowo Sebut Upaya Melindungi atau Pertahanan sesuai dengan Pembukaan UUD 1945

Buku Politik Gemoy Bentuk Keberpihakan Prabowo-Gibran kepada Anak Muda

Gesitnya Prabowo Saat Ikut Lomba Membuat Nasi Goreng di Bogor

Prabowo menuturkan hingga kemerdekaan pun, kekayaan alam Indonesia selama ini masih dihargai terlalu murah. Oleh karena itu, dia mendorong kekuatan militer untuk melindungi kekayaan negara dan rakyat mengelola hasilnya. Lebih lanjut, paslon nomor urut 2 ini menyebutkan politik luar negeri Indonesia memiliki tradisi bebas aktif yakni non blok atau tidak memihak. Prabowo akan meneruskan tradisi tersebut dan menjaga hubungan baik untuk mengamankan kepentingan nasional. “1000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak kita akan menjalankan politik tetangga baik,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online