DJP Perbarui Daftar Negara AEOI CRS, Kini Jangkau Aset Kripto
DJP memperbarui daftar 117 negara AEOI CRS, memperluas pertukaran data keuangan hingga aset kripto untuk kepentingan perpajakan.
Tiga calon presiden saat Debat Capres 2024 pada Minggu (7/1/2024). Tangkapan layar Live Streaming KPU RI
Harianjogja.com, JAKARTA—Pulau Jawa menjadi medan pertempuran paling sengit antara kandidat calon presiden (capres) dan partai politik. Mereka semua mengharapkan suara optimal di wilayah padat penduduk ini.
Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa mencapai 154,28 juta atau sekitar 56% dari total populasi Tanah Air pada 2022 yang mencapai 275,7 juta.
Sementara dari jumlah populasi tersebut, KPU telah menetapkan sebanyak 204,8 juta daftar pemilih tetap (DPT), dengan jumlah 56,3% atau 115,37 orang pemilih tinggal di Pulau Jawa.
Jika melihat riwayat Pemilu 2019, Pulau Jawa adalah battleground yang cukup sengit antara pendukung Prabowo Subianto–Sandiaga Uno melawan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
Prabowo-Sandi menguasai Pulau Jawa bagian Barat (Banten dan Jawa Barat), kecuali DKI Jakarta yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Amin.
Sedangkan Jokowi Amin berhasil menang mutlak di Jawa Tengah, DIY, hingga Jawa Timur. Kemenangan Jokowi-Amin di tiga provinsi mencapai lebih dari 60%. Di Jawa Tengah, Jokowi-Amin bahkan berhasil menang dengan perolehan suara sebanyak 77,26%. Raihan suara Jokowi di Jateng, Jatim, dan DIY menjadi kunci kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 lalu.
Sejumlah lembaga survei sebenarnya telah memublikasikan hasil sigi terbaru mereka. Prabowo-Gibran masih mendominasi hampir semua lembaga survei dengan tingkat elektabilitas di atas 40%.
Survei Centre for Stratregic and International Studies, misalnya, menempatkan elektabilitas mantan Komandan Jenderal Kopassus itu di angka 43,7%. Namun demikian, di Jawa Tengah, tingkat elektabilitas Prabowo-Gibran hanya 36,4% atau masih kalah dengan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mencapai 43,5%, sementara Anies hanya 13%.
Meski lebih rendah di Jawa Tengah, Prabowo-Gibran mendominasi elektabilitas di hampir semua provinsi di Jawa.
Di Jakarta-Banten, misalnya, tingkat keterpilihan mereka di angka 35,2%, sama kuat dengan Anies-Muhaimin di angka 32,5%.
Di Jawa Barat, elektabilitas paslon nomor urut 02 itu mencapai 50,9%, sedangkan di Jawa Timur 52%.
BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo-Gibran Masih Teratas dari 5 Hasil Survei Terbaru Capres 2024
Sementara itu, survei versi Indikator Politik juga mengungkap kecenderungan yang sama. Jateng dan DIY tetap menjadi basis pemilih Ganjar Pranowo.
Sementara Prabowo menang hampir di semua wilayah Indonesia. Elektabilitas Ganjar Mahfud di Jateng sebanyak 44,9%; Prabowo-Gibran 36,6%; dan Anies-Muhaimin hanya sekitar 12%.
Meski tetap mendominasi Jateng, namun tren elektabilitas Ganjar mengalami penurunan dibandingkan dengan periode survei sebelumnya. Pada periode survei 23 November sampai dengan 1 Desember 2023, misalnya, elektabilitas Ganjar mencapai 50,6% di Jateng dan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.