BMKG: Mayoritas Kota Besar Indonesia Diguyur Hujan Hari Ini
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia diguyur hujan ringan hingga lebat pada Sabtu 23 Mei 2026.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Proses pemungutan suara Pemilu 2024 saat ini menjadi pertaruhan terakhir mempertahankan kualitas demokrasi di Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Hal ini diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Mas'udi.
"Saya kira akan menjadi upaya terakhir mempertahankan kualitas demokrasi dan ini tentu menjadi catatan sangat tebal, problem-problem proses elektoral sekarang yang sedang kita lewati," ujar Wawan dalam diskusi "Pojok Bulaksumur" di Kampus UGM, Sleman, Rabu (8/2/2024).
Sebagai pertaruhan terakhir untuk mempertahankan kualitas demokrasi, menurut dia, proses pemungutan dan penghitungan suara pada 14 Februari 2024 harus benar-benar dipastikan bersih, transparan, dan akuntabel.
Hal tersebut ditekankan Wawan mengingat dalam rangkaian proses Pemilu 2024 telah muncul kasus pelanggaran etika oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman disusul Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari.
"Kalau sampai itu (pelanggaran) terjadi lagi mekanisme-mekanisme yang mengarah atau praktik-praktik yang mengarah kepada kecurangan, berat kita untuk bisa mengklaim sebagai negara dengan ukuran-ukuran demokrasi meskipun itu standar," kata salah satu panelis debat pertama Pilpres 2024 ini.
Sebagai negara demokrasi terbesar pada urutan ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan India, menurut Wawan, Indonesia harus memberikan contoh dengan menghadirkan pemilu yang kredibel.
Apalagi, kata dia, Indonesia saat ini adalah satu-satunya negara yang berdiri kokoh sebagai negara demokrasi di Asia Tenggara.
"Ini gangguannya sedang banyak-banyaknya ini. Kalau pemilunya ini kacau balau sudah enggak ada negara demokratis di Asia Tenggara," ujar dia.
Wawan menuturkan Indonesia masuk dalam kategori negara demokratis lantaran masih menjalankan serta berpegang pada ukuran-ukuran demokrasi prosedural selama beberapa tahun terakhir.
"Nah, tentu ini kemudian ada pertanyaan seberapa kuat kualitas demokrasi yang kita punya," ucap dia.
Ukuran paling dasar untuk sebuah negara demokrasi, kata Wawan, yang pertama pemilu dipastikan berjalan rutin, berlangsung secara fair sehingga menghasilkan pemerintahan yang memiliki legitimasi.
"Itu tahap pertama. Kemudian tahap kedua baru mikir pemerintah yang terbentuk secara 'legitimate' ini kemudian bisa men-deliver ukuran-ukuran kesejahteraan, perlindungan hak asasi manusia, serta pengembangan ekonomi. Ini baru disebut berkualitas," tutur Wawan Mas'udi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia diguyur hujan ringan hingga lebat pada Sabtu 23 Mei 2026.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Kemenkes mencatat 2,3 juta anak Indonesia belum pernah imunisasi dalam tiga tahun terakhir. RI kini masuk enam besar dunia kasus zero dose.
Harga emas Pegadaian hari ini 23 Mei 2026 turun. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru di sini.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.