Bukan Tinta Biru, 3 TPS di Cirebon Ini Malah Pakai Cairan Kunyit sebagai Penanda Jari

Newswire
Newswire Rabu, 14 Februari 2024 18:27 WIB
Bukan Tinta Biru, 3 TPS di Cirebon Ini Malah Pakai Cairan Kunyit sebagai Penanda Jari

Pemilih mencelupkan jari kelingkingnya ke dalam tinta kunyit sebagai tanda sudah mencoblos di TPS Kampung Benda Kerep, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/2/2024)./Antara

Harianjogja.com, CIREBON—Sebanyak tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Jawa Barat, melestarikan tradisi unik dengan memakai tinta kunyit sebagai penanda seseorang sudah memberikan hak pilih pada Pemilu 2024.

Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko mengatakan penggunaan tinta kunyit di kampung itu menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat yang masih dirawat hingga sekarang.

Secara aturan, kata dia, pemakaian tinta kunyit ini diperbolehkan karena pihaknya juga menyediakan logistik tersebut sehingga warga di Kampung Benda Kerep mau mencoblos surat suara di TPS.

“Pada prinsipnya ini menjadi kearifan lokal, karena masyarakat percaya kalau tinta kunyit ini tidak menghalangi air wudu,” katanya, Rabu (14/2/2024).

Menurut dia, tinta kunyit menjadi ciri khas TPS di Kampung Benda Kerep yang membuat suasana pemungutan suara pemilu kali ini sangat berbeda dibanding lokasi lain di Kota Cirebon.

Mardeko menyampaikan, lokasi pemungutan suara yang memakai tinta kunyit itu yakni TPS 65, TPS 66 dan TPS 75 dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) lebih dari 600 orang. "Kami yakin dengan adanya kearifan lokal ini pemilih di sini (Kampung Benda Kerep) akan memberikan hak suara di TPS,” ujarnya.

BACA JUGA: TPS UNIK, KPPS Ledok Pereng Maguwoharjo Gunakan Pakaian Tari Badui

Sementara Ketua TPS 65 Kampung Benda Kerep, Bagus Ridwan menilai warga di daerahnya antusias menggunakan hak pilih di TPS, karena KPU Kota Cirebon memperbolehkan pemakaian tinta kunyit.

Bagus menuturkan, tinta kunyit ini tidak hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga contoh nyata kalau KPU mengakomodasi keinginan warga untuk memeriahkan pesta demokrasi di Kota Cirebon.

“Keunikan ini memberikan nuansa tradisional yang begitu kental dalam pemungutan suara di sini. Apalagi ini menjadi identitas budaya lokal pada pemilihan kali ini,” imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online