19 WNA Love Scammer Diciduk di Tangerang, Modus Terbongkar
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Ilustrasi karangan bunga/Ist
Harianjogja.com, BENGKULU—Seorang petugas pengamanan (Pam) di TPS Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu meninggal dunia seusai pemungutan suara Pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tengah mempersiapkan bantuan uang duka untuk ahli waris.
Ketua KPU Rejang Lebong Ujang Maman mengatakan petugas Pam TPS yang meninggal dunia tersebut bernama Anwar (56) warga Jalan Santoso Gang Mega Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong pada Jumat sekitar pukul 17.30 WIB.
"Kami atas nama keluarga besar KPU Rejang Lebong menyampaikan belasungkawa yang mendalam, yang bersangkutan meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Curup," kata dia, Sabtu (17/2/2024).
Dia menjelaskan pihaknya saat ini tengah memproses pemberian santunan dari KPU RI untuk keluarga korban sebagai salah satu pahlawan demokrasi. Santunan untuk keluarga korban itu sendiri, kata dia, dilakukan setelah mendapat informasi adanya Pam TPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di wilayah itu.
Baca Juga
Tak Hanya Korban Meninggal, di Sleman Ada 5 Petugas Pemilu Dilarikan ke Rumah Sakit
27 Petugas KPPS Pemilu 2024 Meninggal Dunia
Petugas KPPS di Tangerang Meninggal, Diduga Kelelahan
Menurut dia, almarhum Anwar sebelum meninggal dunia diketahui bertugas mengamankan proses pemungutan suara di TPS 04 Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup pada 14 Februari 2024.
"Almarhum saat hari H menjalankan tugasnya mengamankan TPS 04 Kelurahan Dwi Tunggal, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB korban merasa kelelahan dan kemudian izin pulang ke rumahnya untuk beristirahat," terangnya.
Setelah pulang ke rumah dan beristirahat, kata dia, hingga maghrib kondisi kesehatan yang bersangkutan tidak kunjung pulih sehingga oleh keluarga dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Curup.
Marsiah (50), istri almarhum Anwar saat ditemui menyatakan jika suaminya itu sejak tiga tahun belakangan mengidap penyakit diabetes dan sebelum meninggal sempat mengeluh sesak napas yang diperkirakan karena kelelahan.
"Saat dia kembali ke rumah langsung makan obat, minta kerik dan urut, kemudian tidak lama pingsan," jelas Marsiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.