Satu Petugas Pam di TPS Rejang Lebong Meninggal Seusai Pemungutan Suara Pemilu 2024

Newswire
Newswire Sabtu, 17 Februari 2024 19:57 WIB
Satu Petugas Pam di TPS Rejang Lebong Meninggal Seusai Pemungutan Suara Pemilu 2024

Ilustrasi karangan bunga/Ist

Harianjogja.com, BENGKULU—Seorang petugas pengamanan (Pam) di TPS Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu meninggal dunia seusai pemungutan suara Pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tengah mempersiapkan bantuan uang duka untuk ahli waris.

Ketua KPU Rejang Lebong Ujang Maman mengatakan petugas Pam TPS yang meninggal dunia tersebut bernama Anwar (56) warga Jalan Santoso Gang Mega Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong pada Jumat sekitar pukul 17.30 WIB.

"Kami atas nama keluarga besar KPU Rejang Lebong menyampaikan belasungkawa yang mendalam, yang bersangkutan meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Curup," kata dia, Sabtu (17/2/2024).

Dia menjelaskan pihaknya saat ini tengah memproses pemberian santunan dari KPU RI untuk keluarga korban sebagai salah satu pahlawan demokrasi. Santunan untuk keluarga korban itu sendiri, kata dia, dilakukan setelah mendapat informasi adanya Pam TPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di wilayah itu.

Baca Juga

Tak Hanya Korban Meninggal, di Sleman Ada 5 Petugas Pemilu Dilarikan ke Rumah Sakit

27 Petugas KPPS Pemilu 2024 Meninggal Dunia

Petugas KPPS di Tangerang Meninggal, Diduga Kelelahan

Menurut dia, almarhum Anwar sebelum meninggal dunia diketahui bertugas mengamankan proses pemungutan suara di TPS 04 Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup pada 14 Februari 2024.

"Almarhum saat hari H menjalankan tugasnya mengamankan TPS 04 Kelurahan Dwi Tunggal, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB korban merasa kelelahan dan kemudian izin pulang ke rumahnya untuk beristirahat," terangnya.

Setelah pulang ke rumah dan beristirahat, kata dia, hingga maghrib kondisi kesehatan yang bersangkutan tidak kunjung pulih sehingga oleh keluarga dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Curup.

Marsiah (50), istri almarhum Anwar saat ditemui menyatakan jika suaminya itu sejak tiga tahun belakangan mengidap penyakit diabetes dan sebelum meninggal sempat mengeluh sesak napas yang diperkirakan karena kelelahan.

"Saat dia kembali ke rumah langsung makan obat, minta kerik dan urut, kemudian tidak lama pingsan," jelas Marsiah. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online