Resmi! Standar B50 Berlaku Juli 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Ilustrasi beras - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Mayoritas penerima bantuan sosial (bansos) merupakan pemilih pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.
Hal itu menjadi temuan dalam dua survei untuk menjaring persepsi publik mengenai penyelenggaraan Pemilu atau Pilpres 2024.
Survei yang diselenggarakan oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa bansos dari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin telah menjadi kunci kemenangan Prabowo-Gibran atas suara rakyat di Pemilu 2024.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa sebanyak 59,7% responden mengaku pernah menerima bansos dari Pemerintah kemudian memilih Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.
Kemudian, kata Burhanuddin sekitar 23% responden juga pernah menerima bansos pemerintah dan memilih Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. "Lalu sisanya 17,3% memilih Ganjar Pranowo dan Mahfud Md," tuturnya di Jakarta, Rabu (21/2/2024).
Selanjutnya, kata Burhanuddin, sebanyak 60% responden yang sampai saat ini masih menerima bansos dari pemerintah menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran. Kemudian, sekitar 22,5% responden penerima bansos sampai saat ini memilih pasangan Anies-Muhaimin dan 17,6% penerima bansos memilih Ganjar-Mahfud Md.
"Pernah menerima atau masih menerima bansos, dukungan terhadap Prabowo dan Gibran masih jadi mayoritas," katanya.
Survei Indikator Politik Indonesia tersebut dilakukan terhadap 2.975 responden dari 3.000 tempat pemungutan suara atau TPS. Survei yang dilakukan pada 14 Februari 2024 di seluruh Indonesia itu pun memiliki margin of error (MOE) sekitar 1,8%.
Adapun, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kecenderungan serupa. Survei ini sebenarnya secara umum memaparkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024. Namun, survei itu turut membahas korelasi tingkat pemilih pasangan calon presiden dan wakil presiden dengan penerimaan bansos.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan menyampaikan bahwa pihaknya menanyakan soal bansos dengan pertanyaan “apakah menerima bansos?”. Hasilnya, 24% masyarakat mengaku menerima bansos dan 74% menyatakan tidak pernah atau tidak menerima bansos.
BACA JUGA: Resmi! Bansos Disetop Jelang Pilpres
Dari 24% penerima bansos, jelasnya, mayoritas memilih paslon 02. Secara terperinci, sekitar 17,6% penerima bansos memilih paslon Anies-Cak Imin, 69,3% memilih Prabowo-Gibran, dan 13,1% memilih Ganjar-Mahfud.
“Di kalangan yang menerima bansos, yang 24% tadi, 69% mendukung 02. Hampir sama tuh 17,6% dan 17,8% mendukung pasangan 01 dan pasangan 03,” kata Djayadi dalam Pemaparan Rilis Temuan Survei Nasional LSI: Persepsi Publik Tentang Pelaksanaan Pemilu 2024, Minggu.
Sementara itu, pemilih yang tidak menerima bansos tetapi memilih Anies-Cak Imin mencapai 28,2%. Publik yang tidak menerima bansos dan memilih Prabowo-Gibran mencapai 54%, serta memilih Ganjar-Mahfud 17,8%. “Di kalangan penerima bansos itu dukungannya paling banyak cenderung di pasangan 02. Tapi di kalangan tidak menerima bansos juga dukungannya mayoritas di pemilih 02, 54%, tapi dukungannya lebih rendah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Ekonom Indef minta masa transisi sebelum pajak PPh UMKM marketplace diberlakukan agar pelaku usaha siap.
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul dihentikan sementara selama libur sekolah, layanan kembali aktif 13 Juli 2026.
Pemerintah tingkatkan anggaran riset hingga Rp4 triliun, fokus pada solusi nyata seperti waste to energy dan transisi energi.