Event Sepanjang Tahun Jadi Pasar bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Jogja
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
FGD yang digelar di DPRD DIY pada Kamis (25/9/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan ketertiban dan keamanan masyarakat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mendorong fasilitas pendukung Jaga Warga terus diperkuat.
Hal ini diungkapkan Eko dalam focus group discussion (FGD) untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman dalam masyarakat di Gedung DPRD DIY, Kamis (25/9/2025).
Dia pun mengapresiasi keberadaan Jaga Warga untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam masyarakat di setiap wilayah. DPRD DIY mendukung alokasi anggaran untuk penyediaan fasilitas pendukung ketertiban dan keamanan dalam masyarakat. Menurutnya, fasilitas yang ada di setiap wilayah untuk menjaga keamanan dan ketertiban telah tersedia, antara lain handy talky (HT). Namun, menurutnya masih diperlukan aplikasi yang dapat diakses untuk sistem pelaporan keamanan dan ketertiban di setiap wilayah secara update.
Selain itu, untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat, Eko pun mendorong agar kemantren atau Satpol PP Kota Jogja dapat mengajukan anggaran untuk omah jaga warga bagi setiap kelurahan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Beny Suharsono mengatakan Jaga Warga dan linmas harus mendorong agar masyarakat mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan permasalah.
"Pendekatan dan alternatif penyelesaian masalah di tingkat masyarakat ini yang penting," katanya.
BACA JUGA: Kasus Mas-Mas Pelayaran Masuk Sidang Perdana
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP DIY, Loekman Hadi menyampaikan ketertiban masyarakat akan mendorong kemajuan, dan kerukunan dalam masyarakat. Di tengah keragaman masyarakat Indonesia, menjaga ketertiban umum dalam masyarakat memerlukan partisipasi dari berbagai pihak.
"Diskusi ini menjadi momen untuk bertukar pikiran dan memasukkan strategi untuk mewujudkan ketertiban umum di Indonesia," katanya.
Oleh karena itu, dia mendorong linmas dan jaga warga untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam masyarakat
Kepala Bidang Linmas, Satpol PP Kota Jogja, Suwarna menuturkan di setiap wilayah telah ada Jaga Warga, linmas, dan kampung panca tertib yang turut mendorong ketertiban dan keamanan di masyarakat. Pemkot Jogja juga telah mengeluarkan edaran terkait dengan keberadaan siskamling terpadu untuk mensinergikan berbagai unsur dalam masyarakat tersebut.
"Bagi pos ronda yang sudah berjalan dengan baik, pelaksananya tinggal janjian dengan unsur-unsur tersebut. Sementara yang belum aktif, akan kami aktifkan kembali," katanya.
FGD tersebut digelar dengan menggandeng 14 kemantren di Kota Jogja. Kali ini, FGD digelar dengan mengundang lima kemantren, antara lain Kemantren Ngampilan, Mantrijeron, Wirobrajan, Gondomanan, dan Pakualaman. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.