Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai barometer kerukunan nasional setelah meraih Juara 2 Nasional pada ajang Harmony Award 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kementerian Agama RI di Jakarta dan diterima oleh Wakil Gubernur DIY sebagai perwakilan Pemerintah Daerah DIY bersama Kementerian Agama Wilayah DI Yogyakarta dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY. - ist
JOGJA—Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai barometer kerukunan nasional setelah meraih Juara 2 Nasional pada ajang Harmony Award 2025.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kementerian Agama RI di Jakarta dan diterima oleh Wakil Gubernur DIY sebagai perwakilan Pemerintah Daerah DIY bersama Kementerian Agama Wilayah DI Yogyakarta dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menekankan bahwa kemajemukan merupakan kekuatan utama Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa “Indonesia ada karena kemajemukannya dan oleh karena kemajemukan itulah Indonesia ada. Meskipun kita berbeda, kita tetap satu, karena kita hidup dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.” Beliau juga menegaskan pentingnya kerukunan dalam pembangunan nasional, bahwa “Kerukunan umat beragama menjadi fondasi utama bagi kemajuan bangsa.”
Harmony Award, lanjutnya, adalah dorongan agar semua pihak semakin serius menjaga ruang harmoni. “Penghargaan ini… juga sebagai dorongan bagi seluruh pihak untuk lebih intens bekerja bersama menjaga keharmonisan,” pungkas Menteri Agama RI.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan cerminan budaya masyarakat Yogyakarta yang menjunjung kesantunan, toleransi, dan saling menghargai. Beliau menyampaikan bahwa, “Kerukunan bukan hanya agenda pemerintah, tetapi napas kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak dulu, warga DIY telah mempraktikkan toleransi bukan sebagai slogan, tetapi sebagai laku budaya yang melekat dalam keseharian.” Beliau juga menambahkan pentingnya sinergi dalam menjaga harmoni. “Penghargaan ini adalah buah kerja bersama—FKUB, tokoh agama, lembaga adat, akademisi, komunitas pemuda, dan seluruh warga. DIY akan terus merawat harmoni ini karena dari sinilah tumbuh kekuatan untuk membangun masa depan yang damai dan sejahtera.”
Selama ini, DIY menjalankan berbagai program penguatan kerukunan dari tingkat desa hingga kota, antara lain dialog lintas iman di ruang komunitas, pelibatan anak muda dalam program moderasi beragama berbasis budaya, fasilitasi penyelesaian isu-isu sensitif keagamaan, penguatan FKUB hingga tingkat kecamatan, serta bantuan dan perlindungan rumah ibadah sebagai ruang publik.
Upaya tersebut membuat DIY tetap menjadi rujukan nasional dalam pembangunan kehidupan beragama yang rukun dan damai. Penghargaan Harmony Award 2025 menjadi momentum bagi DIY untuk terus memperkuat budaya kerukunan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Yogyakarta. Pemerintah Daerah berkomitmen menjadikan harmoni sebagai fondasi pembangunan sekaligus warisan sosial bagi generasi yang akan datang. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.