Bandara YIA Berpeluang Buka Rute Penerbangan Langsung Timur Tengah

Media Digital
Media Digital Selasa, 23 Juni 2026 16:02 WIB
Bandara YIA Berpeluang Buka Rute Penerbangan Langsung Timur Tengah

Jajaran manajemen YIA berfoto bersama jajaran Harian Jogja saat audiensi di kantor Harian Jogja, pada Selasa (23/6/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA - Manajemen Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menyoroti pengembangan penerbangan umrah langsung ke Arab Saudi sebagai salah satu isu strategis saat audiensi dengan redaksi Harian Jogja, Selasa (23/6/2026). Layanan penerbangan carter tanpa transit ini dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas internasional dari DIY.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran manajemen YIA yang dipimpin Branch Communications & CSR Department Head Anita Herawati memaparkan sejumlah perkembangan terbaru di bandara. Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah mulai beroperasinya penerbangan umrah langsung yang sebelumnya masih terbatas.

Program penerbangan ini dijalankan melalui skema carter bekerja sama dengan Garuda Indonesia. Operasionalnya menggunakan pesawat berbadan lebar tipe Airbus A330-300 yang melayani rute menuju Jeddah dan Madinah langsung dari YIA.

Sejak pertengahan Juni 2026, total 11 penerbangan carter telah dijadwalkan dengan seluruh keberangkatan dipusatkan dari YIA. Skema ini sekaligus menandai semakin terbukanya peluang Yogyakarta sebagai titik embarkasi umrah bagi jemaah dari berbagai daerah.

General Manager YIA, Muhammad Thamrin, menyebut hingga saat ini sudah ada dua penerbangan yang berhasil diberangkatkan. Jumlah jemaah yang terangkut mencapai ratusan orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Sampai dengan saat ini kami memberangkatkan dua penerbangan umrah dengan Garuda Indonesia, menuju Jeddah dan Madinah, dengan total 593 orang jemaah umrah tidak hanya dari wilayah sekitar DIY namun juga dari Banjarmasin, Pontianak, dan Palangkaraya,” jelas Thamrin.

Ia menjelaskan, keberangkatan jemaah yang tidak hanya berasal dari DIY menunjukkan bahwa YIA mulai dilirik sebagai alternatif pintu keberangkatan umrah di luar kota-kota besar. Hal ini dinilai membuka peluang perluasan pasar sekaligus meningkatkan trafik penumpang di bandara tersebut.

Selain itu, pengoperasian penerbangan langsung ini juga diharapkan menjadi pemicu hadirnya rute internasional baru. Tidak hanya bersifat carter, ke depan peluang dibukanya penerbangan reguler ke Timur Tengah juga mulai dipertimbangkan.

“Dari segi kesiapan fasilitas bandara, kami menyatakan siap dan menyambut baik atas potensi berkembangnya rute-rute baru melalui YIA seperti rute YIA-Jeddah dan YIA-Madinah yang telah memberangkatkan penerbangan haji dan umrah kali ini. Semoga penerbangan charter umrah ke depannya dapat menjadi regular flight,” terangnya.

Thamrin menambahkan, kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek operasional mulai dari layanan penumpang, fasilitas terminal, hingga koordinasi lintas instansi di lingkungan bandara. Seluruhnya disiapkan untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Melalui penguatan layanan ini, YIA diharapkan semakin mempertegas perannya sebagai gerbang transportasi udara utama di DIY dan sekitarnya. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas penerbangan internasional dari Yogyakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online