Wellnesia Hadir Sebagai Ruang Harmoni Diri, Sesama, Budaya, dan Alam Jogja

Media Digital
Media Digital Senin, 28 September 2026 19:07 WIB
Wellnesia Hadir Sebagai Ruang Harmoni Diri, Sesama, Budaya, dan Alam Jogja

Founder Wellnesia, Detik Utami, sedang memberikan instruksi gerakan kepada peserta yoga di Citywalk Mataram City, Minggu (27/9/2026)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, SLEMAN—Pengembangan wellness tourism di Yogyakarta mulai dipadukan dengan kekayaan budaya Jawa dan aktivitas berbasis komunitas. Konsep tersebut dihadirkan Studio Wellnesia melalui kegiatan Sewarsa Wellnesia: Sukha Citta di Citywalk Mataram City pada Minggu (27/9/2026).

Puluhan orang mengikuti aktivitas wellness sejak pagi dengan matras yang tergelar untuk kegiatan yoga. Agenda tersebut digelar untuk menandai satu tahun Studio Wellnesia sekaligus mendorong pengembangan wisata kebugaran yang tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik.

Founder Wellnesia, Detik Utami, mengatakan Sewarsa Wellnesia membawa semangat wellness melalui empat aspek, yakni raga, rasa, sesama, dan bawana.

“Tema acaranya adalah Sukhacitta. Kami ingin membawakan ini sebagai bagian dari kebahagiaan dari dalam dan merayakannya bersama komunitas dan teman-teman semuanya,” kata Detik di Citywalk Mataram City Yogyakarta.

Wellness Tourism dengan Karakter Lokal

Menurut Detik, konsep wellness tourism di Yogyakarta perlu memiliki kekhasan lokal. Pengembangan konsep tersebut juga tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan fisik, sehingga rangkaian Sewarsa Wellnesia turut memasukkan unsur budaya Jawa.

Salah satu bentuknya dilakukan dengan menggandeng anak berkebutuhan khusus yang menampilkan seni karawitan. Kehadiran seni budaya tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman wellness tourism di Yogyakarta dengan karakter lokal.

Sewarsa Wellnesia dirancang sebagai festival sehari penuh yang menghubungkan aktivitas gerak, budaya, pengetahuan, komunitas, perdagangan berbasis kesadaran, dan aksi lingkungan. Konsep itu mengacu pada nilai Hamemayu Hayuning Bawana yang menghubungkan kesejahteraan pribadi dengan relasi sosial, budaya, serta kepedulian terhadap alam.

Digelar Seharian, Ada Yoga hingga Sound Healing

Rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB. Berbagai agenda disiapkan secara khusus, mulai dari yoga, belajar tari bersama, seminar kesehatan, lokakarya batik dan janur, aktivitas aerial yoga, kolaborasi umkm, kegiatan amal, hingga pertunjukan musik dan tari Nusantara. Agenda tersebut juga dimeriahkan dengan meditasi suara (sound healing), dan gratitude circle (lingkar syukur ilmu titen) Beragam kegiatan itu dirancang untuk mempertemukan aktivitas kesehatan dengan pengalaman budaya, pengetahuan, serta interaksi antarkomunitas.

Detik mengatakan kegiatan wellness juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh. Menurut dia, praktik wellness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis.

“Kegiatan ini bisa mempromosikan kesehatan tidak hanya fisik tapi juga secara psikologis sehingga akan lebih holistik,” katanya.

Wellnesia Jadi Ruang Cultural Wellness

Studio Wellnesia dikembangkan sebagai ruang cultural wellness di Yogyakarta. Ruang tersebut mempertemukan aktivitas gerak, mindfulness, edukasi kesehatan, komunitas, dan pengalaman budaya.

Dalam pengembangannya, Studio Wellnesia memiliki lima misi. Kelimanya meliputi menghadirkan praktik wellness berkelanjutan, membangun komunitas yang aktif dan inklusif, mengangkat kearifan Jawa, membuka kolaborasi lintas sektor, serta memberikan kontribusi sosial.

Melalui kegiatan Sewarsa Wellnesia, Detik berharap semakin banyak praktisi dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas wellness. Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan wellness tourism yang menghubungkan kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan keberlanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online