Timbulsloko Demak Jadi Percontohan Pemulihan Pesisir Pantura
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
HATO, merek olahan ayam dari Saliman Riyanto Group, memperkenalkan HATO Fillet dalam ajang Chicken & Egg Run 2026 di Museum Benteng Vredeburg, Jogja, Minggu (18/10/2026)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—HATO, merek olahan ayam dari Saliman Riyanto Group, memperkenalkan HATO Fillet dalam ajang Chicken & Egg Run 2026 di Museum Benteng Vredeburg, Jogja, Minggu (18/10/2026). Produk ini memiliki kandungan dada ayam asli hingga 80% dan ditawarkan sebagai pilihan olahan ayam praktis bagi konsumen.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 pelari tersebut mengusung tema “Dari Peternak, Kita Bergerak”. Melalui partisipasi ini, HATO ingin memperkenalkan produknya sekaligus menegaskan komitmen menghadirkan olahan ayam berkualitas dengan dukungan proses produksi terintegrasi dari hulu ke hilir.
Chicken & Egg Run 2026 diselenggarakan oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) untuk memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional 2026. Kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat menjalani gaya hidup aktif dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya protein hewani, termasuk daging ayam dan telur, sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
HATO Fillet Mengandung hingga 80% Dada Ayam Asli
HATO memperkenalkan HATO Fillet sebagai produk olahan ayam dengan kandungan dada ayam asli hingga 80%. Tingginya kandungan daging menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk olahan ayam yang praktis dikonsumsi sehari-hari.
Direktur PT Sera Food Indonesia, Qatrinada, mengatakan keikutsertaan HATO dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
“Partisipasi HATO dalam Chicken & Egg Run 2026 menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan HATO Fillet kepada masyarakat yang lebih luas. Kami berkomitmen menghadirkan produk olahan ayam berkualitas, salah satunya melalui penggunaan dada ayam asli dengan kandungan hingga 80%. Komitmen ini juga didukung oleh proses produksi yang terintegrasi, sehingga kualitas produk dapat diperhatikan sejak bahan baku hingga produk siap dipasarkan,” ujar Qatrinada, Direktur PT. Sera Food Indonesia.
Rantai Produksi Terintegrasi dari Peternakan hingga Ritel
Komitmen HATO dalam menjaga mutu HATO Fillet didukung rantai bisnis perunggasan terintegrasi milik Saliman Riyanto Group. Bisnis yang dirintis Ibu Suciati Saliman melalui usaha berjualan ayam di pasar itu berkembang hingga mencakup berbagai tahapan industri, mulai dari kemitraan peternakan, pengolahan, hingga distribusi produk.
Rantai usaha tersebut melibatkan sejumlah perusahaan dengan peran berbeda. PT Bejo Rahayu Slamet menjalankan kemitraan peternakan ayam, sedangkan ayam dari peternak mitra diproses di rumah pemotongan ayam modern milik PT Suci Raharjo.
Selanjutnya, PT Saliman Riyanto Raharjo menyediakan ayam segar dan beku. Daging ayam dari fasilitas pemotongan milik grup kemudian diolah dan dikemas oleh PT Sera Food Indonesia, produsen makanan beku yang menaungi merek HATO.
Produk yang telah selesai diproses selanjutnya dipasarkan melalui PT Salmart Retailindo Internasional yang bergerak di bidang ritel.
Pengendalian Kualitas Dilakukan di Setiap Tahapan
Kepala Quality Assurance Sera Food, Ridha, menjelaskan pengendalian kualitas menjadi perhatian dalam proses produksi HATO Fillet. Pemeriksaan dilakukan mulai dari bahan baku, selama pengolahan, hingga produk akhir.
“Dalam proses produksi HATO Fillet, pengendalian kualitas menjadi perhatian kami di setiap tahapan. Mulai dari pemeriksaan bahan baku, pengawasan selama proses pengolahan, hingga pemeriksaan produk akhir, setiap proses mengacu pada standar yang ditetapkan perusahaan. Melalui sistem produksi yang terintegrasi dan penerapan QC, kami berupaya menjaga konsistensi mutu HATO Fillet agar kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen,” jelas Ridha, Kepala Quality Assurance Sera Food.
Melalui partisipasi dalam Chicken & Egg Run 2026, HATO berharap dapat mendukung kampanye gaya hidup aktif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Kehadiran HATO Fillet dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan diri kepada konsumen dan memperkenalkan produk yang didukung proses produksi terintegrasi.
HATO Fillet dan berbagai produk olahan ayam HATO lainnya tersedia di sejumlah gerai ritel, termasuk Super Indo, Hypermart, dan Foodhall. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan kegiatan HATO dapat diakses melalui Instagram @hato.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Polda DIY menerima 99 laporan penipuan digital hingga Oktober 2026. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu paling banyak dilaporkan.
Ahmad Luthfi menyerahkan beasiswa kepada 424 mahasantri dan 58 santri penggerak di Jateng. Bantuan Rp1 juta per semester selama enam semester.
Website Kapanewon Pengasih dan Temon di Kulonprogo disasar peretas yang mengaku petugas Diskominfo. Simak modus dan cara mencegahnya.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.