PCA Ngampilan Gelar Milad Aisyiyah ke-109, Ini Dakwah Kemanusiaannya
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mardi Luhur Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)./ Ist
GUNUNGKIDUL - Salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mardi Luhur Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)“.
Acara ini diselenggarakan pada 6 Agustus 2025 di Dusun Kepuh, Kelurahan Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, dengan partisipan sebanyak 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).
Tim pengabdi dengan tema Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) ini terdiri dari dosen dan mahasiswa. Berperan sebagai ketua tim yaitu Dr. Sri Rahayu, dengan anggota dosen Dr. Setyawami, S.H., M.Pd dan Dr. Drs. Marjuki, M.Pd. Sedangkan anggota yang berasal dari mahasiswa yaitu Carol Josep W., Ardila Dwi, Dina Nursya, Hanafi Hajar, Nurul Hidayati, dan Anisa.
Tim ini bekerja secara kolaboratif dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Para dosen memberikan arahan strategis dan akademik, sementara mahasiswa terlibat aktif dalam proses edukasi dan pendampingan teknis di lapangan. Kolaborasi lintas generasi ini tidak hanya memperkuat implementasi kegiatan, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Kehadiran tim pengabdi diharapkan mampu membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kelompok wanita tani yang menjadi mitra.
Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada anggota KWT dalam mengurangi sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan perilaku ramah lingkungan. Salah satu upaya yang diperkenalkan adalah pembuatan pupuk organik cair (POC).
Melalui pelatihan ini, anggota KWT diharapkan mampu mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini juga mendorong kemandirian ekonomi melalui praktik pertanian berkelanjutan.
Sesi pertama diawali dengan sosialisasi oleh Ketua Kelompok Pengabdian sekaligus pemateri, Sri Rahayu, yang membahas pentingnya pengelolaan sampah organik dan penerapan perilaku ramah lingkungan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan konsep 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang), sebagai kunci menjaga kelestarian lingkungan.
Pada sesi ini, Sri Rahayu memperkenalkan alat dan bahan yang dapat digunakan dalam produksi POC, di antaranya sampah organik, sekam mentah, EM4, daun kering, serta drum komposter.
BACA JUGA: Petani Gunungkidul Andalkan Sumber Air Lokal dan Ubi Kayu di Musim Kemarau
Selanjutnya, Sri Rahayu menjelaskan tahapan pembuatan POC yang dimulai dengan memasukkan sampah kering berupa daun-daun kering ke dalam drum komposter. Setelah itu, ditambahkan sampah organik, seperti sisa sayuran dan kulit buah, kemudian disemprot dengan EM4 secukupnya. Sesi ini ditutup dengan penyerahan bantuan alat-alat produksi pupuk cair oleh Kelompok Pengabdi kepada Ketua KWT Dusun Kepuh Ibu Lusi, disaksikan oleh Ketua Dukuh Kepuh, Bapak Selamet Triyono.
Pada sesi berikutnya, diadakan pelatihan praktik pembuatan POC yang disambut antusias oleh peserta. Sampah organik yang telah dikumpulkan oleh peserta, seperti sisa sayuran, kulit buah, daun, dan sekam, diolah bersama-sama dengan penambahan EM4 ke dalam drum komposter. Kelompok Pengabdian membimbing peserta secara langsung pada setiap tahapan, serta membantu mengatasi berbagai kendala yang dialami peserta dalam produksi POC.
Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respons positif dari para anggota KWT. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan baru bagi anggota KWT dalam mengelola sampah serta menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian peserta KWT. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.