Sabet Penghargaan JBBA 2026, Dompet Dhuafa Berkomitmen Keadilan Sosial
Dompet Dhuafa meraih penghargaan Pionir Filantropi Modern & Keadilan Sosial pada JBBA 2026 berkat pengelolaan dana ziswaf yang modern dan transparan.
Lawatan Nusaraya hadir dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XI 2025. Tahun ini, pameran Lawatan Nusaraya dengan tema Ritus Raya berupaya menggali dan menampilkan kekayaan ritus budaya, seperti upacara, perayaan, dan tradisi daur hidup. Ritus Raya menjadi identitas setiap kota pusaka yang tergabung dalam JKPI. /Istimewa.
JOGJA—Lawatan Nusaraya hadir dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XI 2025. Tahun ini, pameran Lawatan Nusaraya dengan tema Ritus Raya berupaya menggali dan menampilkan kekayaan ritus budaya, seperti upacara, perayaan, dan tradisi daur hidup. Ritus Raya menjadi identitas setiap kota pusaka yang tergabung dalam JKPI.
Tema ini lahir dari refleksi mendalam atas kawasan cagar budaya Kotabaru sebagai ruang yang menyimpan jejak sejarah, dinamika sosial, serta transformasi nilai-nilai budaya dari masa ke masa. Lawatan Nusaraya: Ritus Raya berlangsung di Kawasan Cagar Budaya Kotabaru, dengan Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) sebagai venue utamanya. Pameran ini berlangsung dari 6 hingga 10 Agustus 2025.

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, S.E., M.M, mengatakan Lawatan Nusaraya: Ritus Raya merupakan pameran dan eksposisi budaya yang menampilkan berbagai artefak, dokumentasi, dan ekspresi budaya dari kota-kota anggota JKPI. Pameran ini merupakan program budaya lintas wilayah yang menampilkan keterhubungan sejarah antara Yogyakarta dan berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA: Populasi Ikan di Sungai Bantul Merosot, Pemkab Siapkan Kader Pengawas Perikanan
"Lawatan Nusaraya: Ritus Raya bertujuan untuk merajut kebinekaan melalui pameran dan dialog budaya, sekaligus membuka ruang interaksi, jejaring, dan kolaborasi dalam rangka pemajuan kebudayaan Nusantara," kata Wawan di BBY, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Jogja, Kamis (7/8/2025).

Wawan mengatakan kawasan Kotabaru merupakan contoh konkret saat sejarah bersanding dengan perkembangan zaman. Tidak hanya di ruang pamer, Lawatan Nusaraya: Ritus Raya juga menghidupkan suasana kawasan Kotabaru dengan berbagai aktivasi budaya. Bangunan-bangunan cagar budaya di kawasan ini akan dimanfaatkan sebagai titik kegiatan yang mengajak pemilik dan masyarakat untuk lebih memahami dan mengapresiasi nilai tangible dan intangible heritage.
Terdapat juga berbagai pengalaman budaya yang imersif. Beberapa program yang bisa diakses masyarakat seperti walking tour bersama Jogja Walking Tour, dengan menjelajahi sejarah Kotabaru. Ada pula Rijsttafel experience bersama Komunitas Djedjak Rasa, yang mengajak masyarakat mencicipi kuliner warisan.
Tidak ketinggalan, Komunitas Remen Jawi siap mendampingi masyarakat dalam mengeksplorasi wastra dan busana tradisional. Pencinta fotografi juga dapat bersenang-senang bersama Komunitas Kelas Pagi Yogyakarta. Terdapat pula kegiatan melukis bersama Indonesia Sketcher dan Komunitas Lukis Cat Air.

Dengan semangat merawat warisan dan menyulam makna baru dalam ritus yang diwariskan, Lawatan Nusaraya: Ritus Raya diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya, memperluas jejaring kota pusaka, serta memperdalam kesadaran masyarakat akan nilai-nilai kebudayaan yang hidup dan terus berkembang di tengah zaman.
"Pameran ini menunjukkan bahwa kawasan cagar budaya bukan benda mati, namun sebuah ekosistem kehidupan. Mari terus menjaga dan merawat budaya bangsa. Di dalam pusaka, tersimpan masa depan," kata Wawan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos.,M.M, mengatakan Lawatan Nusaraya pertama kali berlangsung pada 2022 dalam rangkaian Rakernas JKPI di Palembang. Pameran lintas daerah ini telah menjelajah ke berbagai kota pusaka seperti Semarang, Denpasar, dan Banjarmasin.
"Di tahun keempat penyelenggaraannya, Lawatan Nusaraya kembali ke Yogyakarta sebagai tuan rumah Rakernas JKPI XI 2025," katanya.

Penyelenggaraan Lawatan Nusaraya: Ritus Raya melibatkan kurator, akademisi, dan praktisi budaya. Ada pula kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta (PDIN), serta komunitas lokal. Dalam proses kurasinya, para peserta JKPI turut terlibat melalui penampilan wastra dan busana yang merepresentasikan upacara-upacara daur hidup dari daerah masing-masing, memperkaya narasi kolektif tentang ritus di Nusantara.
"Semangat ini akan terus berlayar di setiap daerah, di setiap kota yang akan kami singgahi. Berlayar ini tidak selalu secara fisik dengan kapal atau perahu, namun dengan narasi melalui pameran," kata Yetti. "Semoga pameran ini bisa memberi manfaat dan mampu menghadirkan hal-hal baik terkait sejarah budaya Indonesia yang luar biasa, tentang keberagaman satu daerah dengan daerah lainnya." (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dompet Dhuafa meraih penghargaan Pionir Filantropi Modern & Keadilan Sosial pada JBBA 2026 berkat pengelolaan dana ziswaf yang modern dan transparan.
Pemerintah menargetkan renovasi 400.000 rumah tidak layak huni melalui program BSPS pada 2026. Seskab dan Menteri PKP bahas percepatan pelaksanaannya.
Gerakan pengendalian hama tikus digelar di Tirtoadi, Sleman, mencakup 70 hektare sawah. Baznas turut menyalurkan 75 paket sembako bagi petani.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
LPPOM mengingatkan Kolesom Jumbo dengan kandungan alkohol 19,7% tergolong khamr jika informasi tersebut benar dan tidak memenuhi ketentuan halal.
Harga oli kendaraan naik pada Juli 2026. Simak daftar terbaru Pertamina Fastron, Enduro, Shell Helix, dan Shell Advance beserta penyebabnya.