Menperin Lepas Ribuan Talenta Industri Siap Kerja Berkompetensi Global
Menperin melepas 2.369 lulusan SMK Kemenperin. Sebanyak 63,7 persen telah bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional.
Penutupan rangkaian acara RUMAKET (Ruang Masyarakat Ketemu) dalam agenda JKPI 2025 menghadirkan penampilan dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK). Tiga tarian dibawakan, yakni Tari Kuda-kuda, Tari Wira Pertiwi, dan Tari Yapong, di Auditorium Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan. Pertunjukan ini disaksikan beragam kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. /Istimewa.
YOGYAKARTA—Penutupan rangkaian acara RUMAKET (Ruang Masyarakat Ketemu) dalam agenda JKPI 2025 menghadirkan penampilan dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK). Tiga tarian dibawakan, yakni Tari Kuda-kuda, Tari Wira Pertiwi, dan Tari Yapong, di Auditorium Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan. Pertunjukan ini disaksikan beragam kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Susilo Munandar, mengatakan, ketiga tari tersebut menjadi media edukasi bagi generasi muda agar dikenal dan dilestarikan hingga masa mendatang sebagai bagian dari regenerasi pelestarian budaya. “Ketiga tari ini telah diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda ke kementerian. Harapannya, jika sudah resmi ditetapkan, dapat menambah daftar warisan budaya takbenda Indonesia,” ujarnya.
BACA JUGA: Korban Meninggal Kelaparan di Gaza Capai 212 Orang

Pertunjukan dibuka dengan Tari Wira Pertiwi yang dibawakan empat penari, yaitu Nurul Dwi Utami, Dhiahanis Dwi Prastiwi, Rakemas Sekar Kinanti, dan Oktasya Kusuma Wardani. Tarian ini mengemas karya sendratari Dipanegara yang merepresentasikan kepahlawanan prajurit putri Jawa. Perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dan klasik, disertai gaya energik dan penuh semangat, menggambarkan karakter srikandi yang gagah.

Berikutnya, Tari Kuda-kuda ditarikan oleh Putra Jalu Pamungkas, Hermawan Sinung Nugraha, dan Dhahana Murpratama. Tarian ini melukiskan kelincahan pemuda yang tengah berlatih berkuda dengan gagah. Ekspresi gembira para penari memancing antusiasme penonton yang mengabadikan momen lewat ponsel.
Penampilan puncak adalah Tari Yapong yang dibawakan Paranditya Wintari, Indiartari Kussnowari, Putri Isnaeni Kurniawati, dan Heni Yudhaningsih. Dengan keluwesan dan kelincahan gerak, tarian ini menggambarkan keceriaan putri-putri yang bermain di tepi pantai untuk memberi semangat kepada prajurit Pangeran Jayakarta.

Usai pentas, acara dilanjutkan dengan workshop bersama maestro PSBK, Tini dan Umi. Mereka memaparkan sejarah lahirnya ketiga tari karya Romo Bagong Kussudiardja, sekaligus mengajak penonton mempraktikkan Tari Yapong secara langsung.
Antusiasme tampak dari partisipasi berbagai kalangan. Hariati, seorang ibu rumah tangga, mengaku senang pertama kali menari dan tertarik mengikuti pelatihan di PSBK. Asya, gadis 5 tahun, berani maju menari di panggung, menirukan setiap gerakan dengan polos dan menggemaskan.

RUMAKET tidak hanya menjadi ruang temu masyarakat, tetapi juga sarana mengenalkan warisan budaya yang jarang dilihat atau diketahui publik. Kehadirannya diharapkan menumbuhkan kecintaan dan kepedulian masyarakat untuk melestarikan warisan budaya, sehingga tetap hidup dan bermakna bagi generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menperin melepas 2.369 lulusan SMK Kemenperin. Sebanyak 63,7 persen telah bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut PIP telah menyalurkan pembiayaan Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku UMKM hingga Juni 2026.
KPK menyatakan laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni selesai pada aspek pencegahan, namun dugaan suap masih didalami dalam penyidikan.
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Pertamina mencatat konsumsi Pertalite dan Biosolar naik setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, sementara penjualan Pertamax Series turun 18%.