Advertisement
Kulonprogo Komitmen Membangun Kemandirian Pangan dan Ekonomi Masyarakat

Advertisement
KULONPROGO - Program Gerbang Segoro, merupakan gerakan membangun dengan semangat gotong royong di bidang kelautan dan perikanan berbasis pemberdayaan masyarakat. “Program ini terintegrasi hulu hilir secara sistematis dengan tiga tahap cecical, bakalan dan tetinggal dengan dukungan APBD, Dana Istimewa dan APBN,” ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo, Ir. Trenggono Trimulyo, MT, Selasa (12/08), saat kunjungan lapangan di Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Siti Mina, Siwalan, Sentolo, Kulonprogo.
Kunjungan tersebut dalam rangka persiapan launching Program Ngulir Budi (Ngupaya Hulu - Hilir Budidaya Iwak), rencananya 21 Agustus mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Keistimewaan DIY. Trenggono menjelaskan, Ngulir Budi ini salahsatu pengembangan dari Gerbang Segoro. “Program ini merupakan implementasi dari konsep Integrated Fish Farming (IFF), menuju terwujudnya edu-fisheries (wisata edukasi berbasis perikanan),” tambahnya.
Advertisement
Lokasi pilot project pertama Ngulir Budi tersebut berada di kawasan wisata tebing Watubulus, Sentolo yang mengintegrasikan aktifitas perikanan dan destinasi wisata. Dengan inovasi dan kolaborasi pengelolaan perikanan dan pariwisata ini, Trenggono mengharapkan dapat memberikan dampak ekonomi dan nilai tambah bagi kesejahteraan petani ikan dan kelompak desa wisata.
BACA JUGA: Pasang Bendera One Piece di Perahu, Nelayan Congot Didatangi Aparat
Bupati Kulon Progo Dr. H.R. Agung Setyawan, S.T.,M.Sc.,M.M. memberikan apresiasi atas inovasi Gerbang Segoro yang berkelanjutan dengan Ngulir Budi. Ia menyampaikan pesan, agar kelompok menguasai cara budi daya ikan yang baik dan benar dan beberapa tips yang telah diberikan oleh petugas dari dinas, sehingga dapat memanen ikan dengan hasil yang menguntungkan, mesejahterakan masyarakat sekitar dan tentunya kegiatan budidaya ikan yang berkelanjutan.
Agung Setyawan berkomitmen membangun kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo terus berinovasi,” tegasnya, seraya menambahkan, “Salah satunya memperkuat sektor perikanan.” Bupati Kulon Progo menyerahkan bantuan hibah kepada kelompok masyarakat penerima yakni Pokdakan) Siti Mina, Siwalan, Sentolo, Kulon Progo senilai 350 juta rupiah yang bersumber dari Dana Keistimewaan. Anggaran yang diberikan digunakan untuk membangun instalasi “Ngulir Budi” mulai dari kegiatan hulu sampai dengan hilir.
Trenggono menjelaskan, kegiatan hulu perikanan berupa budidaya benih ikan, budidaya pakan alami ikan (cacing sutera, daphnia, rotifera, green-food), dan budidaya pembesaran ikan. Sedangkan untuk kegiatan hilir perikanan berupa wisata pemancingan, pengolahan dan pemasaran ikan (Unit Pengolah Ikan/ UPI), serta eduwisata perikanan bagi masyarakat khususnya para pelajar. “Saat launching 21 Agustus nanti, Pemkab Kulon Progo akan memberikan bantuan satu unit alat pembuatan pakan mandiri atau Paman Mobile senilai Rp. 250 juta dari APBD Kulon Progo,” ujarnya lebih lanjut.
Sependapat dengan Bupati Kulon Progo, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Ir. Muh Aris Nugroho, MMA yang mendampingi kunjungan lapangan tersebut menegaskan, program inovasi perikanan gerbang segoro dan ngulir budi yang berbasis pariwisata untuk peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kata Aris Nugroho, “Untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, karena setiap panen sebagian ikan dikonsumsi sendiri oleh anggota pokdakan dan sebagian ada yang dibagikan untuk kegiatan posyandu dan lansia.”
Aris, penggemar olahraga sepeda ini, bahkan menyebut Gerbang Segoro sangat relevan dan potensial untuk memajukan perikanan budidaya di kawasan pegunungan menoreh yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata alam. Pegunungan ini merupakan kawasan perbukitan yang kaya akan sumber daya alam, termasuk air pegunungan yang jernih dan mengalir sepanjang tahun. Meskipun bukan daerah pesisir atau sentra perikanan, kawasan ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai wilayah budidaya ikan air tawar, khususnya dengan pendekatan yang tepat dan berbasis kearifan lokal.
Di Kulon Progo, kata Aris Nugroho, terdapat 276 pokdakan,di antaranya tercatat 15 pokdakan berada di kawasan pegunungan menoreh. “Budidaya perikanan di pegunungan mempunyai tantangan tersendiri, yaitu adanya suhu yang relatih lebih rendah oleh pengaruh ketinggian. Suhu rendah ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan. Oleh karena itu, perlu pendampingan dari dinas terkait supaya budi daya perikanan mampu optimal,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Semarak Merah Putih Berkibar di Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko
- Agenda Wisata di Jogja Pekan Ini, 26-31 Juli 2025, Bantul Creative Expo, Jogja International Kite Festival hingga Tour de Merapi 2025
- Sendratari Ramayana Prambanan Padhang Bulan Hadirkan Nuansa Magis Bulan Purnama dan Budaya Jawa nan Sakral
- Nikmati Kuliner Kaki Lima, Wapres Gibran Borong Seratus Porsi Wedang Ronde dan Bakso di Alun-alun Selatan Jogja
- Insiden Rinjani, Kemenpar Tegaskan Pentingnya SOP Pendakian
Advertisement

Ternyata Ada Tiga Sepeda Motor Terbakar Saat Demo di Mapolda DIY
Advertisement

Hasil Survei, Warga Indonesia Ternyata Lebih Suka Siniar Video
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement