Advertisement

Rukti Bumi, Cara Pemda DIY Ciptakan Kompleks Kepatihan Ramah Lingkungan

Media Digital
Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:37 WIB
Maya Herawati
Rukti Bumi, Cara Pemda DIY Ciptakan Kompleks Kepatihan Ramah Lingkungan Dari kiri ke kanan. Indah Ardina (moderator), Rosdiana Puji Lestari, Teguh Suhada, dan Raden Inoki AP dalam Podcast Pembangunan bertema Kampanye Program Rukti Bumi, Reformasi Hijau Komplek Kepatihan: Birokrasi Berbudaya Ramah Lingkungan menuju Green Office, Selasa (26/8 - 2025).

Advertisement

JOGJA—Pemerintah Daerah DIY menerapkan program Rukti Bumi, sebagai cara mengelola aktivitas di Kompleks Kepatihan yang ramah lingkungan dan berbudaya.

Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY, Teguh Suhada, mengatakan bahwa Rukti Bumi merupakan akronim. Rukti merupakan Reformasi Hijau Kompleks Kepatihan. Sementara Bumi singkatan dari Birokrasi Berbudaya Ramah Lingkungan.

Advertisement

Teguh mengungkapkan itu dalam Podcast Pembangunan bertema Kampanye Program Rukti Bumi Reformasi Hijau Kompleks Kepatihan: Birokrasi Berbudaya Ramah Lingkungan Menuju Green Office, Selasa (26/8/2025). Podcast ini merupakan inisiasi dari Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) Setda DIY.

Rukti Bumi selaras dengan filosofi Jawa, lanjutnya, yang juga menguatkan hamemayu hayuning bawono, atau memperindah keindahan dunia. Rukti Bumi dimulai dari Kompleks Kepatihan, lantaran tempat ini sebagai pusat pemerintahan di DIY. Banyak kantor pemerintah level provinsi yang berada di Kompleks Kepatihan.

"Kalau dikelola dengan baik, Rukti Bumi akan menjadi percontohan OPD (organisasi perangkat daerah) yang lain, itu harapan kami," kata Teguh.

Teguh menyatakan penerapan Rukti Bumi merupakan implementasi dari banyak hal, mulai dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim hingga peraturan pemerintah pusat dan daerah. Implementasi teknisnya, misal pembuatan taman di perkantoran OPD di DIY.

Rukti Bumi menjangkau selain penghijauan, namun juga masuk pada ranah pola pikir serta gerakan keteladanan. Misalnya penggunaan listrik yang hemat, pengelolaan sampah, hingga pengurangan penggunaan kertas.

BACA JUGA: MK Putuskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan

"Nanti akan ada SOP (standard operating procedure), serta tidak menutup kemungkinan ada lomba antar OPD di Pemda DIY," katanya.

Plt. Kepala Biro PIWP2 Setda DIY, Rosdiana Puji Lestari, mencontohkan penerapan Rukti Bumi di OPD-nya. Dia memanfaatkan ruang yang biasanya untuk karyawan bersantai dan melepas penat. Rosdiana mengajak karyawan di Biro PIWP2 Setda DIY untuk membawa tanaman dari rumah, untuk menghijaukan kantornya.

Tanaman tidak harus bunga, namun bisa juga sayuran. Rosdiana mengatakan nantinya bisa panen bersama. Hal ini termasuk pengelolaan sampah dalam skala kecil atau individu, namun bisa memberikan contoh pada sesama karyawan.

Rosdiana mengatakan, para karyawan hampir delapan jam bekerja di kantor. "Sebagian waktu ada di kantor, kalau tidak membuat nyaman, rasanya males banget, karena banyak kerjaan dan sebagainya. Maka kami harus menciptakan suasana kerja yang nyaman," katanya.

Menanggapi inovasi Pemda DIY ini, Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki AP, merasa terenyuh dengan konsep Rukti Bumi. Saat membaca detailnya, dia melihat ada falsafah yang dalam. Dia membayangkan bahwa nantinya, segala kegiatan di Kompleks Kepatihan tidak hanya hijau secara pandangan, namun juga orang-orangnya berbudi luhur, jujur, dan bekerja dengan baik.

"Poinnya di situ. Ada semangat mengubah pola pikir dan budaya kerja dalam pelayanan, ini yang sangat menyentuh," katanya.

Inoki menganggap bahwa isu lingkungan sudah menjadi kesepakatan bersama. Sehingga tidak ada masyarakat atau pihak yang menolak upaya baik ini. "Tidak ada yang kemudian tidak suka dengan merawat bumi. Kita harus rawat Bumi ini agar dapat diwariskan kepada anak cucu kita," kata Inoki. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

Pemutaran Pier Head Tol Jogja Solo di Ring Road Utara Dikerjakan Hari Ini

Pemutaran Pier Head Tol Jogja Solo di Ring Road Utara Dikerjakan Hari Ini

Sleman
| Jum'at, 29 Agustus 2025, 08:57 WIB

Advertisement

Hasil Survei, Warga Indonesia Ternyata Lebih Suka Siniar Video

Hasil Survei, Warga Indonesia Ternyata Lebih Suka Siniar Video

Lifestyle
| Kamis, 28 Agustus 2025, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement