Advertisement

Open Campus 2025, STMM Yogyakarta Hadirkan Alumnus Animator Film Jumbo

Media Digital
Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:17 WIB
Maya Herawati
Open Campus 2025, STMM Yogyakarta Hadirkan Alumnus Animator Film Jumbo Peserta Open Campus 2025 sedang mengikuti diskusi interaktif dengan alumni dan dosen Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta di Gedung Transformasi Digital STMM, Kamis (28/8/2025). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Advertisement

SLEMAN—Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta menggelar acara Open Campus 2025 di Gedung Transformasi Digital STMM, Kamis (28/8/2025).

Dalam acara ini, STMM menampilkan film dokumenter, feature, film animasi, trailer game, dan sebagainya yang merupakan karya mahasiswa STMM. Selain itu, ada diskusi interaktif dengan alumni yang menjadi animator pada proyek film animasi Jumbo.

Advertisement

Alumnus yang bernama Rofi Hariyanto itu mengatakan fasilitas yang berada di STMM saat ini berkembang pesat dan lebih modern jika membandingkan tujuh tahun lalu. Aplikasi dan dunia digital yang terus mengalami pembaruan memang harus diikuti oleh fasilitas yang mumpuni.

“Dulu saya ketika masuk STMM cuma bisa gambar, terus mau eksplorasi ke 3D di sini ada perangkatnya,” kata Rofi ditemui di Gedung Transformasi Digital STMM, Kamis.

Selain Jumbo, ada sejumlah film animasi yang mana dia pernah terlibat sebagai animator, seperti White Snake dan Metal Cardbot. Sebagai animator 3D animasi Jumbo, Rofi menceritakan bagaimana seorang animator perlu menyelami pikiran dan perasaan anak-anak. Animator harus menggunakan sudut pandang anak-anak.

Keterlibatannya di film itu ternyata bukan sebuah kebetulan. Studio tempat Rofi bekerja ketika itu sedang merekrut animator yang bersamaan dengan proyek Jumbo. Penggarapan animasi Jumbo ternyata menggunakan aplikasi Blender.

“Saya termasuk expert atau advance di aplikasi Blender. Jadi bisa langsung ditarik ke proyek. Penyesuaian menjadi tidak terlalu lama. Match antara kebutuhan dan kompetensi,” katanya.

BACA JUGA: MK Putuskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan

Aplikasi animasi memang berkembang, tapi ada satu hal yang masih tetap sama dan harus dikuasi mahasiswa Program Studi Animasi, yakni aspek fundamental. Dia juga menyarankan mahasiswa menguasi dua skill. Contohnya modeling dan 3D animator.

Market animasi juga lebih luas. Apalagi saat ini sedang tren virtual Youtuber, animasi yang diintegrasikan dengan rekaman live video.

Salah satu mahasiswa Prodi Manajemen Teknik Studio Produksi STMM, Muhamad Fachruddin Efendi, mengatakan materi yang dia dapat selama lima semester ini sangat berkaitan erat dengan perkembangan dunia digital.

“Fasilitas di STMM sangat memadai. Studio dan alat stasiun televisi kami punya yang terbaru. Sangat rekomen untuk calon mahasiswa yang mau masuk ke Prodi tempat saya belajar,” kata Efendi.

Dosen Mobile Journalism, Video dan Foto Jurnalistik STMM, Wahyu Mika, mengatakan tantangan di dunia jurnalistik semakin luas setelah adanya kecerdasan artifisial (AI) yang berkembang pesat. AI bisa menjadi perkakas yang dapat digunakan untuk memudahkan kerja-kerja jurnalistik.

“MMTC memberi bekal prinsip dasar jurnalistik. Baru membicarakan AI. Pelacakan data dan fakta akan mudah,” kata Mika.

Materi yang ada di STMM juga akan membekali mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya secara dinamis. Perkembangan internet dan dunia digital mengancam perusahaan media. Sejumlah perusahaan terpaksa gulung tikar atau beralih ke model bisnis berbeda.

Mika yang juga alumni STMM sempat membantu media Al Jazeera membuat dokumentasi di Jogja.  

“Kerja jadi seorang jurnalis bisa menjadi kontributor juga dan bekerja sama dengan kementerian atau lembaga pemerintahan. Misal buat documentery perjalanan BPOM,” katanya.

Dosen Digital Media Production STMM, Bintarto Wicaksono, mengungkapkan pola konsumsi media oleh masyaraat saat ini berganti apabila membandingkan beberapa tahun belakangan. Persaingan yang terjadi saat ini bukan antarkorporasi, tapi antarindividu yang dapat menjangkau audiens.

Dia memberi contoh belanja iklan online di seluruh media Indonesia mencapai 45%. Hal ini bisa menjadi peluang mahasiswa.

“Mahasiswa bisa jadi wirausaha media dan konsultan media. Semua perusahaan butuh media,” kata Bintarto.

Adapun Dosen Teknologi Permainan, Dwi Setiawan, menyampaikan fasilitas di STMM mumpuni apabila digunakan untuk proses rendering. Studio di kampus juga dibuka penuh selama jam kampus untuk mewadahi mahasiswa yang ingin mengeksplorasi lebih jauh dunia game.

“Kami juga menggunakan AI untuk membantu saja memudahkan kerja-kerja developer. Tapi satu hal yang harus tetap dijaga adalah kreativitas,” kata Dwi. (Advertorial)

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

Pemutaran Pier Head Tol Jogja Solo di Ring Road Utara Dikerjakan Hari Ini

Pemutaran Pier Head Tol Jogja Solo di Ring Road Utara Dikerjakan Hari Ini

Sleman
| Jum'at, 29 Agustus 2025, 08:57 WIB

Advertisement

Hasil Survei, Warga Indonesia Ternyata Lebih Suka Siniar Video

Hasil Survei, Warga Indonesia Ternyata Lebih Suka Siniar Video

Lifestyle
| Kamis, 28 Agustus 2025, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement