Advertisement
Wyndham Garden Hadirkan Peragaan Busana Berkonsep Green Wyndham

Advertisement
JOGJA—Wyndham Garden Yogyakarta Conference Hotel & Action Park menyelenggarakan acara Tansah Tresna Wedding Showcase 2025 di Garden Chapel, Wyndham Garden, Kalurahan Caturharjo, Kabupaten Sleman, Kamis (28/8/2025).
Dalam acara ini, Wyndham menampilkan sejumlah model yang memamerkan busana dengan latar belakang anyaman janur bermacam bentuk.
Advertisement
Executive Assistant Manager Wyndham Garden Yogyakarta Conference Hotel & Action Park, Andhika Hamidis, mengatakan Tansah Tresna Wedding Showcase digelar dengan mengusung konsep Wyndham Green.
Tansah Tresna memiliki makna selalu mencintai yang merefleksikan sebuah pesan yang sejalan dengan semangat Wyndham untuk terus menjaga harmoni, baik dalam hubungan antar manusia maupun hubungan dengan alam.
“Ini menjadi wujud komitmen kami terhadap gaya hidup berkelanjutan atau sustainable lifestyle,” kata Andhika ditemui di Garden Chapel, Kamis.
BACA JUGA: Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Tak Berani Melaut
Melalui showcase ini juga, Wyndham ingin mengajak pasangan pengantin dan seluruh tamu untuk merayakan cinta dalam balutan kearifan lokal, seni bernilai tinggi, serta kesadaran akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang.
Wyndham menghadirkan properti dan inspirasi pernikahan yang ramah lingkungan tanpa meninggalkan keindahan seni, filosofi luhur, serta kekayaan budaya Indonesia.
Dalam penyelenggaraannya, Wyndham bekerja sama denga MIJIL Creativa. Perwakilan MIJIL Creativa, Angela Stefani, mengatakan MIJIL berkomitmen mengusung dan mengajak para seniman berkolaborasi dalam proyek sustainability. “Indonesia merupakan negara tropis, kita punya banyak pohon kelapa. Pohon ini perlu bantuan untuk meregenerasi daunnya,” kata Stefani
menurutnya, janur tidak hanya digunakan untuk dekorasi pernikahan, tapi juga acara musik dan kesenian. Pengambilan janur tidak bisa serampangan, perlu mempertimbangkan apsek keberlanjutan.
Seniman janur, Danang Wira Setyawan, mengatakan pohon kelapa di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul tergolong banyak. Keberadaan pohon kelapa inilah yang pada mulanya memantik dia untuk membuat kerajinan.
Dia memberi tips agar janur tidak mudah layu dan bisa tetap segar ketika dipasang. Setelah janur diambil dari pohon kelapa, janur harus dibawa ke lokasi yang teduh atau jangan langsung terkena sinar Matahari. Janur juga jangan digunting ketika belum akan digunakan. Dengan begitu, janur bisa tahan satu hingga dua pekan.
“Saya pernah dapat proyek di Purwakarta. Menghias panggung sepanjang 20 meter pakai janur. Janur tahan dua pekan. Intinya sebelum dibongkar, janur harus disemprot pakai air biasa,” kata Danang. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Semarak Merah Putih Berkibar di Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko
- Agenda Wisata di Jogja Pekan Ini, 26-31 Juli 2025, Bantul Creative Expo, Jogja International Kite Festival hingga Tour de Merapi 2025
- Sendratari Ramayana Prambanan Padhang Bulan Hadirkan Nuansa Magis Bulan Purnama dan Budaya Jawa nan Sakral
- Nikmati Kuliner Kaki Lima, Wapres Gibran Borong Seratus Porsi Wedang Ronde dan Bakso di Alun-alun Selatan Jogja
- Insiden Rinjani, Kemenpar Tegaskan Pentingnya SOP Pendakian
Advertisement

Pelaku Percobaan Congkel ATM di Kulonprogo Diburu Polisi
Advertisement

Hasil Survei, Warga Indonesia Ternyata Lebih Suka Siniar Video
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement