Advertisement
Bottlesmoker dan Rumah Atsiri Berkolaborasi di Artjog Stage 2025

Advertisement
JOGJA—Bottlesmoker bersama dengan Rumah Atsiri Indonesia berkolaborasi untuk menampilkan karya epik dalam Artjog 2025. Karya tersebut pun mampu menyedot pengunjung untuk menikmatinya.
Musisi Bottlesmoker, Anggung Suherman atau yang akrab disapa Angkuy menyampaikan Bottlesmoker bersama Rumah Atsiri Indonesia akan menampilkan nada dari tanaman yang menjadi bahan baku utama dari minyak atsiri..
Advertisement
“Raw materialnya itu [minyak atsiri] akan kami capture nada-nadanya sehingga penonton dapat menikmati tidak hanya aroma [minyak atsiri], tetapi juga bunyi dari bahan baku tersebut, bahkan ikut memainkan tanaman tersebut sehingga menghasilkan bunyi,” katanya di Jogja National Museum, Jumat (29/8/2025).
BACA JUGA: Ternyata Ada Tiga Sepeda Motor Terbakar Saat Demo di Mapolda DIY
Dia menuturkan proses pengolahan material mentah dari minyak atsiri akan direpresentasikan dalam nada yang ditampilkan dalam Artjog 2025. Dengan begitu, penonton akan menikmati aroma dan nada yang dihasilkan dari minyak atsiri dalam pertunjukan tersebut.
Menurutnya, penonton dan bahan mentah minyak atsiri tersebut dapat saling terhubung sebagai makhluk hidup. Karena itu, dalam penampilan tersebut, Bottlesmoker berupaya agar ada interaksi antara penonton dan bahan mentah minyak atsiri.
Sementara Musisi Bottlesmoker, Ryan Adzani atau yang akrab disapa Nobie menyampaikan dalam penampilan tersebut juga ada ambience dan dance yang dipertunjukan dalam Artjog 2025.
“Kami akan mengajak untuk menari bersama untuk merayakan keterhubungan ini,” katanya.
Dia mengaku dalam penampilan tersebut, Bottlesmoker fokus untuk mengeksplor sereh yang merupakan tanaman endemik Tawangmangu dan melati yang akan digunakan sebagai tanaman yang akan dikomposisikan menjadi penampilan dan tarian dalam Artjog 2025.
Dia menuturkan penampilan tersebut menjadi penampilan kedua Bottlesmoker dalam Artjog. Sebelum melakukan penampilan tersebut, dia mengaku Bottlesmoker telah melakukan residensi ke Rumah Atsiri Indonesia untuk melihat proses pembuatan minyak atsiri.
Dia menuturkan project musik yang mereka kerjakan tersebut telah dimulai tahun 2008 di Bandung. Saat itu menurutnya dia bersama Nobie memiliki latar belakang pendidikan broadcasting, sehingga memiliki kemampuan untuk menciptakan musik untuk media.
“Dari situ terbawa untuk eksplorasi musik rilisan seperti album untuk utility daily, seperti menemani baca buku, belajar atau melukis. Jadi [menciptakan] instrumental yang tenang,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Semarak Merah Putih Berkibar di Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko
- Agenda Wisata di Jogja Pekan Ini, 26-31 Juli 2025, Bantul Creative Expo, Jogja International Kite Festival hingga Tour de Merapi 2025
- Sendratari Ramayana Prambanan Padhang Bulan Hadirkan Nuansa Magis Bulan Purnama dan Budaya Jawa nan Sakral
- Nikmati Kuliner Kaki Lima, Wapres Gibran Borong Seratus Porsi Wedang Ronde dan Bakso di Alun-alun Selatan Jogja
- Insiden Rinjani, Kemenpar Tegaskan Pentingnya SOP Pendakian
Advertisement

Jadwal dan Tarif DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 31 Agustus 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement