Prambanan Jazz 2026 Usung Tema Celebrate the Joy, Ini Maknanya
Prambanan Jazz Festival 2026 usung tema “Celebrate the Joy” dan gandeng Eko Nugroho sebagai commissioned artist.
Para santri pemenang lomba-lomba Fasnu #2 berfoto seusai penerimaah hadiah, Minggu (19/10/2025). /Istimewa.
WONOSARI—Festival Anak Saleh #2 Tingkat Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Kabupaten Gunungkidul menjadi upaya menyiapkan generasi emas yang memiliki ilmu pengetahuan yang kuat sekaligus iman yang kokoh untuk untuk kemajuan yang berkeadaban.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabag Kesra Setda Gunungkidul, Sujatmiko Nurhasan, saat membuka Festival Anak Saleh #2, di Internasional Islamic Boarding School (IIBS) Darul Qur'an, Siraman, Wonosari, Minggu (19/10/2025).
Ia mengatakan Fasnu #2 adalah bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan benih akhlakul karimah, menumbuhkan kecintaan pada Al Quran dan Sunah dan membentuk generasi tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga cerdas secara spiritual.
"Inilah wujud nyata dari komitmen Nahdatul Ulama membentengi anak-anak kita dari arus globalisasi. Ilmu dan agama bukanlah dua hal yang dipisahkan tetapi disatukan seiring, sehingga generasi kita menjadi manusia memiliki ilmu pengetahuan yang kuat sekaligus iman yang kokoh untuk untuk kemajuan yang berkeadaban," katanya.
Ia berharap kegiatan keagamaan melalui pendekatan salah satunya berbagai lomba seperti Fasnu #2, dapat diselenggarakan terus menerus dan secara efektif diharapkan dapat membangun generasi muda yang kuat untuk membangun bangsa yang lebih baik.
Wakil Ketua PCNU Gunungkidul, Harsono mengapresiasi PC Fatayat NU Gunungkidul dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan terlibat aktif dalam Fasnu #2.
"Kegiatan ini dalam rangka menggali potensi unggulan di masyarakat, semoga ini berbuah kebaikan. Kepada para peserta lomba, kami berpesan untuk menjunjung sportivitas dan para juri untuk berlaku adil," katanya.
Fasnu #2 merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun lalu sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya. Pada penyelenggaraan ini, ada sembilan cabang lomba dengan 16 kategori, masing-masing dipilih lima pemenang.
Rinciannya, cabang Lomba Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ) Putra dan Putri, Da'i Cilik Putra dan Putri, Mewarnai Putra, dan Putri, Menyusun Huruf Hijaiyah Putra dan Putri, Praktek Sholat Subuh Putra dan Putri, Fashion Show Islami Putra dan Putri, Menyanyi dan Sholawat Solo Putra dan Putri, Cerdas Cermat Agama (CCA) dan Adzan. Peserta lomba adalah perwakilan dari 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Gunungkidul.
Ketua PC Fatayat NU Gunungkidul, Laily Fauziyah mengatakan Fasnu diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Ia berharap dapat menyelenggarakan Fasnu#3 tahun depan dengan lebih baik, sebagai bentuk tanggung jawab moral Fatayat NU terhadap upaya pemberdayaan perempuan dan anak.
"Kami berkomitmen tinggi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak, sehingga kegiatan ini akan menjadi salah satu bentuk Khidmah kami kepada generasi masa depan yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlaqul karimah," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prambanan Jazz Festival 2026 usung tema “Celebrate the Joy” dan gandeng Eko Nugroho sebagai commissioned artist.
Ekonom Indef minta masa transisi sebelum pajak PPh UMKM marketplace diberlakukan agar pelaku usaha siap.
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul dihentikan sementara selama libur sekolah, layanan kembali aktif 13 Juli 2026.
Pemerintah tingkatkan anggaran riset hingga Rp4 triliun, fokus pada solusi nyata seperti waste to energy dan transisi energi.