Advertisement
Lumbung Mataraman Dipacu demi Ketahanan Pangan
Peternak memeriksa kondisi kambing di Tolak Miskin Glagaharjo Farm (BKK Pertanahan), Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman. (Istimewa)
Advertisement
JOGJA—Pemda DIY mendorong pengembangan Lumbung Mataraman sebagai penggerak ketahanan pangan berbasis rumah tangga hingga skala desa untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan daerah.
Program yang dibiayai melalui Dana Keistimewaan (Danais) itu kini menjadi salah satu prioritas strategis Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Advertisement
Kabid Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan DIY, Nugraha Wahyu Winarna, mengatakan Lumbung Mataraman merupakan bagian dari program strategis Gubernur yang tertuang dalam Pergub No.52/2023. Program ini memungkinkan Danais disalurkan langsung ke pemerintah kalurahan.
“Ini adalah salah satu program strategis Gubernur melalui Danais yang langsung diserahkan kepada pemerintah kalurahan,” ujar Nugraha, Rabu (25/11/2025).
BACA JUGA

Peternak memanen telur burung puyuh di peternakan Lumbung Mataraman Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman. (Istimewa)
Nugraha menjelaskan Lumbung Mataraman masuk dalam kegiatan Desa Rintisan Mandiri Budaya. Dalam implementasinya, lurah didorong memanfaatkan tanah kas kalurahan untuk pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman pangan dan peternakan.
Hingga 2025, kata Nugraha, ada 16 kalurahan yang telah menjalankan program Lumbung Mataraman dan ditangani bersama Dinas Pertanian.
Tahun depan, jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 21 kalurahan dan bakal diperluas meski dari total 392 kalurahan di DIY baru sebagian kecil yang menerapkannya.
Lurah Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Didik Rubiyanto, menyampaikan pihaknya telah mengembangkan Lumbung Mataraman sejak 2022 dengan konsep integrated farming dan zero waste di tanah kas desa.
“Konsepnya wahana belajar untuk pertanian. Ada hortikultura, tanaman pangan, sayur-mayur hingga ternak domba. Sekarang kami kembangkan ternak ayam petelur,” kata Didik. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Gejala Hipertensi Bisa Muncul Diam-Diam, Kenali Sejak Dini
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







