Lari Sambil Berbagi, Gelaran Borobudur 100 Hadirkan Harapan untuk Penyandang Cerebral
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (kanan) menyerahkan bantuan pegawai BPD DIY kepada Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Wimran Ismaun, usai Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
JOGJA — Bank BPD DIY menumbuhkan budaya empati di lingkungan kerja melalui aksi nyata kemanusiaan dengan menghimpun bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Donasi yang terkumpul mencapai Rp120 juta dan menjadi wujud kepedulian kolektif pegawai terhadap sesama di tengah situasi darurat.
Bantuan tersebut dihimpun dari keluarga besar pegawai Bank BPD DIY melalui penggalangan dana berbasis transaksi digital menggunakan QRIS. Selain mempercepat proses pengumpulan, mekanisme ini juga mendorong literasi keuangan digital di internal perusahaan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, kepada Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Wimran Ismaun, usai Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, empati merupakan nilai penting yang tidak hanya diterapkan dalam pelayanan perbankan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial terhadap masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, empati menjadi dasar agar insan perbankan mampu hadir memberi manfaat saat masyarakat menghadapi masa sulit.
“Empati adalah rasa. Bank BPD DIY memadukan prestasi dan rasa dalam setiap langkah. Melalui penggalangan bantuan ini, kami mengajak pegawai untuk merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan bergerak bersama untuk meringankan bebannya,” ujar Santoso.
Ia menegaskan budaya perusahaan ISTIMEWA—Integritas, Sigap, Tangguh, Inovatif, Mutu, Empati, Waspada, dan Antusias—terus diinternalisasikan secara konsisten. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku nyata, bukan sekadar slogan.
Santoso juga menyoroti bahwa bencana alam merupakan risiko yang kian meningkat akibat perubahan iklim, sehingga menuntut kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, empati perlu berjalan seiring dengan kesadaran akan pentingnya pembangunan dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
“Melalui penyaluran bantuan yang terkoordinasi bersama Asbanda, kami memastikan donasi ini dikelola secara akuntabel dan disalurkan tepat sasaran agar memberi dampak langsung bagi masyarakat terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asbanda Wimran Ismaun mengapresiasi partisipasi aktif Bank BPD DIY dalam aksi solidaritas keluarga besar BPD se-Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Asbanda menghimpun donasi dari seluruh BPD guna mendukung penanganan darurat hingga pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Solidaritas dan empati dari BPD di seluruh Indonesia menjadi kekuatan bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” pungkas Wimran. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.