Advertisement
80 Tahun Jogja Ibu Kota RI, Eko Suwanto Ajak Warga Cinta Tanah Air
Eko Suwanto. - Istimewa.
Advertisement
JOGJA—Yogyakarta memberi sumbangsih sejarah penting bagi ke-Indonesiaan dalam masa revolusi setelah merdeka di 17 Agustus 1945. Sebagai bangsa yang baru merdeka, pemerintahan Republik Indonesia mendapatkan ujian dengan aksi pasukan NICA dari Belanda yang menduduki Ibukota Jakarta
Presiden RI, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden memilih langkah strategis berjuang mempertahankan kedaulatan dengan cara menetapkan Yogyakarta sebagai Ibukota Republik pada 4 Januari 1946.
Advertisement
"Momentum Yogyakarta sebagai ibukota Republik Indonesia, saat dwi tunggal yaitu Presiden RI, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta naik kereta api ke Yogyakarta dan memimpin revolusi melawan penjajah, penting direfleksikan dan selalu diingat, Yogyakarta memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan RI," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Minggu, 4/1/2026.
Sesuai catatan Arsip Nasional , Yogyakarta sebagai ibu kota RI berlangsung mulai 04 Januari 1946 – 27 Desember 1949.
BACA JUGA
Perpindahan ini dilakukan secara rahasia mengingat kondisi Jakarta yang waktu itu tidak aman. Rombongan Soekarno-Hatta dan para menteri kabinet tinggal selama tujuh pekan di kompleks Pakualaman. Hal ini dilakukan karena menunggu proses perbaikan istana negara Gedung Agung yang saat itu rusak sepeninggal Jepang.
Eko Suwanto, menjelaskan langkah pengumuman perpindahan pemerintahan Republik Indonesia diumumkan oleh Wakil Menteri Penerangan Mr. Ali Sastroamidjojo melalui Radio Republik Indonesia Yogyakarta pada malam hari, usai rombongan Presiden sampai di Yogyakarta tanggal 4 Januari 1946," kata Eko Suwanto.
Sebagian kementerian juga berkedudukan di Yogyakarta. Sebagian Kementerian Penerangan yang berpindah yaitu bagian Politik Dalam Negeri serta bagian Pers dan Publikasi. Di saat berpidato, Mr. Ali Sastroamidjojo menyampaikan alasan pemindahan pusat pemerintahan, yakni keadaan di Jakarta yang tidak aman dan untuk penyempurnaan organisasi dalam negeri.
"Apa makna penting bagi kita semua, lintas generasi penerus bangsa soal Yogyakarta sebagai kota Republik? Ada peran sejarah kebangsaan yang penting terus disuarakan dari Yogyakarta. Kita, matur nuwun dan harus terus ingat bagaimana peran Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Pakualam XIII yang dengan keberanian luar biasa memberikan dukungan pusat pemerintahan dipindahkan ke Jogja, serta membantu memfasilitasi jalannya pemerintahan saat itu.", ujar Eko Suwanto.
Eko Suwanto menambahkan bahwa kita harus selalu jaga kedaulatan bangsa, menggelorakan semangat perjuangan menuju Indonesia yang beradab, menjunjung tinggi keadilan dan bersama-sama berusaha wujudkan kehidupan rakyat Indonesia lebih makmur sejahtera. Meneladani langkah para pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia di masa kini bisa kita jalankan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, persatuan, dan jaga kedaulatan bangsa di segala lini kehidupan kebangsaan," kata Eko Suwanto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tren Pengasuh Anak Berbahasa Asing di Jepang, Tarif Rp5,6 Juta
- Sate Klathak Mbah Sukarjo Hadirkan Kuliner Khas di Pusat Kota
- Pulau Tidung Jadi Pilihan Favorit Liburan Akhir Tahun Dekat Jakarta
- GPIB Marga Mulya di Jogja Dibuka untuk Wisata Arsitektur Indis
- Cara Bersihkan Koper Usai Liburan agar Bebas Bakteri dan Bau
Advertisement
Kejahatan Jalanan Bantul, Pelajar SMK Terluka Disabet Clurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




