Advertisement

STIPRAM Jogja Gelar Seminar Strategi Visual Pariwisata

Media Digital
Rabu, 14 Januari 2026 - 21:07 WIB
Abdul Hamied Razak
STIPRAM Jogja Gelar Seminar Strategi Visual Pariwisata Mahasiswa Program Magister (S2) Pascasarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta Bath 13 sukses menggelar seminar talkshow bertajuk Tourism Strategy Visual and The Role of Visual Product pada Rabu (14/1 - 2026) di Greenhost Boutique Hotel Jogja.

Advertisement

JOGJA—Mahasiswa Program Magister (S2) Pascasarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta Bath 13 sukses menggelar seminar talkshow bertajuk Tourism Strategy Visual and The Role of Visual Product pada Rabu (14/1/2026) di Greenhost Boutique Hotel Jogja.

Agenda tersebut menjadi puncak rangkaian Tourism Videography Contest bertema Pariwisata Jogja; Seribu Pesona dalam Seribu Cerita. Total 140 peserta mengikuti kompetisi videografi, sementara 50 peserta hadir dalam seminar puncak. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum.

Advertisement

Acara ini mempertemukan regulator, akademisi, dan praktisi industri untuk membahas bagaimana produk visual tidak hanya berfungsi sebagai estetika, melainkan juga instrumen strategis dalam pengembangan pariwisata. Tiga narasumber hadir, masing-masing perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, akademisi STIPRAM Yogyakarta, serta General Manager Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta. Mereka menegaskan bahwa narasi visual yang kuat merupakan kunci dalam membangun branding destinasi berkelanjutan.

“Di era digital, visual adalah pintu masuk pertama wisatawan. Kita tidak hanya menjual tempat, tetapi menjual imajinasi melalui produk visual. Saya sangat mengapresiasi mahasiswa S2 STIPRAM yang mampu menjembatani teori akademis dengan realita di lapangan, seperti yang kami terapkan dalam menjaga eksistensi hotel maupun promosi destinasi di Bantul,” ujar Danang, perwakilan dari industri/regulator.

“Acara ini menjadi pembelajaran bagi kami sebagai panitia dalam menyelenggarakan event yang melibatkan akademisi, dinas pariwisata, dan pelaku usaha. Ini juga bentuk pengabdian dan hasil pemikiran kami bersama dosen serta praktisi pariwisata sebagai mahasiswa pascasarjana untuk mendukung pariwisata Jogja.

Melalui 'Jogja Seribu Cerita', kami ingin membuktikan bahwa kolaborasi kreativitas anak muda dan strategi yang terukur dapat melahirkan promosi pariwisata yang lebih berdampak,” ujar Khaerul Mukminin, mewakili mahasiswa S2 STIPRAM Bath 13.

Pemenang Kompetisi “Jogja Seribu Cerita”

“Menang di ajang ini adalah kehormatan. Namun, yang lebih berharga adalah sesi talkshow hari ini. Saya jadi memahami bahwa video yang saya buat bukan sekadar karya seni, tetapi 'produk visual' yang punya peran besar dalam strategi pariwisata Yogyakarta ke depan,” ungkap Risky, Juara Utama Videografi.

Kesan Peserta Seminar

“Setelah mendengar paparan dari Dinas Pariwisata hingga General Manager hotel, wawasan saya terbuka bahwa peluang karier di dunia visual pariwisata sangat luas. Diskusinya detail dan memberi panduan praktis bagi kami yang ingin terjun ke industri ini,” kesan beberapa peserta seminar.

Output kegiatan meliputi penyerahan penghargaan kepada para pemenang serta perumusan rekomendasi strategi visual untuk meningkatkan promosi pariwisata di tingkat daya tarik wisata, destinasi, maupun industri.

Program Pascasarjana STIPRAM Yogyakarta berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu membaca tren global dan menerapkannya dalam inovasi pariwisata lokal. Kegiatan ini menjadi bukti kontribusi akademisi dalam memperkuat ekosistem kreatif pariwisata Indonesia. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Sleman Mulai Monitoring Penerapan UMK 2026 di Industri Menengah

Sleman Mulai Monitoring Penerapan UMK 2026 di Industri Menengah

Sleman
| Rabu, 14 Januari 2026, 23:07 WIB

Advertisement

Pakar Gizi Ingatkan Orang Tua, Susu Bukan Pengganti Makan Anak

Pakar Gizi Ingatkan Orang Tua, Susu Bukan Pengganti Makan Anak

Lifestyle
| Rabu, 14 Januari 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement