Advertisement
PDAB Tirtatama DIY Targetkan Layanan Air Minum 24 Jam
Direktur Utama PDAB Tirtatama DIY, Teddy Kustriyanto Widodo (kanan) dalam siniar yang digelar Harian Jogja bertajuk Layanan Air Bermanfaat, Pelanggan Lebih Sehat, Kamis (15/1 - 2026).
Advertisement
BANTUL—Komitmen menghadirkan layanan air minum yang sehat, andal, dan berkelanjutan ditegaskan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirtatama DIY, yang menargetkan pelayanan 24 jam sekaligus berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PDAB Tirtatama DIY, Teddy Kustriyanto Widodo, dalam siniar Harian Jogja bertajuk “Layanan Air Bermanfaat, Pelanggan Lebih Sehat” yang digelar Kamis (15/1/2026).
Advertisement
Menurut Teddy, visi PDAB Tirtatama DIY tidak semata berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga menjalankan fungsi ekonomi. Perusahaan daerah ini ditargetkan mampu mencetak keuntungan yang kemudian disetorkan sebagai PAD guna menopang pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Sebagai perusahaan daerah, kami harus tetap sehat secara bisnis. Di satu sisi melayani masyarakat, di sisi lain kami juga dituntut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemda DIY,” ujarnya.
BACA JUGA
Sebagai perusahaan yang relatif baru, dalam lima tahun terakhir PDAB Tirtatama DIY memusatkan perhatian pada pembangunan fondasi kelembagaan. Langkah itu meliputi penyusunan dokumen internal, pedoman operasional, penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, hingga penguatan sistem uji laboratorium ISO 17025: 2017 bersertifikasi KAN.
“Pada tahap awal, kami fokus menyiapkan perangkat lunak dan perangkat keras. Ke depan, kami menargetkan menjadi perusahaan yang andal dan mampu melayani pelanggan selama 24 jam,” kata Teddy.
Saat ini PDAB Tirtatama DIY melayani pelanggan dalam bentuk air curah, terutama untuk PDAM di Bantul, Sleman, dan Kota Jogja. Teddy mengakui, kapasitas suplai air curah belum sepenuhnya terserap karena keterbatasan volume serta infrastruktur di masing-masing wilayah.
Meski demikian, ia menegaskan keberlanjutan pelanggan sangat ditentukan oleh kepuasan terhadap kualitas dan kuantitas air.
“Jika kualitas dan kuantitas layanan tetap terjaga, pelanggan akan bertahan. Bahkan, mereka dengan sendirinya akan mempromosikan dari mulut ke mulut,” ujarnya.
Dari sisi kualitas, PDAB Tirtatama DIY memanfaatkan air baku Sungai Progo yang diolah melalui proses koagulasi , flokulasi,sedimentasi, filtrasi, dan disinfeksi. Pengujian mutu dilakukan sangat ketat, bahkan pada tahapan tertentu dilakukan setiap dua jam untuk parameter Fisika.
“Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, pengujian parameter fisika dan mikrobiologi dilakukan minimal sebulan sekali. Di PDAB, parameter mikrobiologi justru diuji dua kali seminggu. Sementara itu, parameter kimia yang dalam aturan minimal diuji sebulan sekali, kami lakukan setiap pekan. Langkah ini kami ambil untuk memastikan kualitas benar-benar terjaga,” jelas Teddy.
Ia menambahkan, air minum yang sehat berperan penting dalam pencegahan stunting. Air yang terkontaminasi bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) dapat mengganggu penyerapan nutrisi pada bayi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Saat ini, persentase air yang aman langsung diminum di Indonesia masih di bawah 20 persen. PDAB Tirtatama DIY mengklaim berada dalam kelompok kecil tersebut.
“Air minum sudah pasti merupakan air bersih, tetapi air bersih belum tentu aman untuk diminum. Karena itu, kami menjaga empat parameter utama, yakni bakteri, pH, nitrit, dan nitrat,” ungkapnya.
Teddy juga meluruskan anggapan masyarakat mengenai air PDAM yang berbau kaporit. Menurutnya, bau tersebut justru menandakan proses disinfeksi berjalan dalam batas aman dan memastikan air bebas bakteri, berbeda dengan air sumur yang meski tidak berbau, belum tentu aman secara mikrobiologis.
Ke depan, PDAB Tirtatama DIY menargetkan layanan air minum berkelanjutan selama 24 jam, respons cepat terhadap gangguan, serta inovasi berkelanjutan. Saat ini perusahaan mengelola dua instalasi pengolahan air di Bantul dan Sleman yang terus disempurnakan, termasuk perbaikan sistem penyaringan dan pemeliharaan mesin.
Selain itu, PDAB Tirtatama DIY mulai mengarah pada digitalisasi layanan, termasuk sistem pelaporan dan pengaduan pelanggan berbasis situs web.
“Setiap keluhan pelanggan kami jadikan bahan evaluasi. Target kami adalah meminimalkan aduan sekaligus memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti,” kata Teddy.
Langkah ini menegaskan arah PDAB Tirtatama DIY sebagai perusahaan daerah yang sehat, modern, dan berorientasi pada layanan air minum berkualitas bagi masyarakat DIY.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





