Advertisement

KP2MI Gandeng Holding PTPN untuk Tingkatkan Kompetensi PMI Agro

Media Digital
Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:07 WIB
Maya Herawati
KP2MI Gandeng Holding PTPN untuk Tingkatkan Kompetensi PMI Agro Upaya memperkuat daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus digencarkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), salah satunya melalui kerja sama strategis dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara guna mendorong peningkatan keterampilan calon PMI sektor agro berbasis pelatihan dan sertifikasi, Sabtu (24/1 - 2026). / ist

Advertisement

JOGJA—Upaya memperkuat daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus digencarkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), salah satunya melalui kerja sama strategis dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara guna mendorong peningkatan keterampilan calon PMI sektor agro berbasis pelatihan dan sertifikasi.

Label pahlawan devisa yang selama ini melekat pada PMI lahir dari besarnya kontribusi remitensi terhadap perputaran ekonomi nasional. Namun, di balik kontribusi tersebut, masih terdapat tantangan krusial yang belum sepenuhnya teratasi, terutama terkait nilai tambah keterampilan dan kapasitas kerja PMI di negara penempatan.

Advertisement

Isu PMI yang masih didominasi tenaga tidak terampil kerap menjadi faktor yang membuat pekerja migran Indonesia dipandang kurang kompetitif. Data penempatan PMI sepanjang 2025 mencatat total 296.948 orang, dengan Taiwan sebagai negara tujuan terbesar. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,94 persen PMI terkonsentrasi pada lima jenis jabatan utama, yakni House Maid, Caregiver, Plantation Worker, Worker, dan Domestic Worker.

Komposisi ini menempatkan Indonesia dalam peta persaingan global negara pengirim pekerja migran bersama Filipina, Myanmar, India, Pakistan, dan Bangladesh. Meski secara kuantitas relatif bersaing, dari sisi kualitas Indonesia masih tertinggal karena mayoritas penempatan berada di sektor dengan keterampilan rendah, sehingga berpengaruh pada nilai tawar dan daya saing tenaga kerja.

Kondisi tersebut menjadi dasar urgensi peningkatan keterampilan calon PMI. Tidak hanya berdampak pada peluang penempatan kerja, PMI yang dibekali keahlian khusus juga berpotensi meningkatkan nilai remitensi dan memberi efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, KP2MI secara strategis menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga untuk memperkuat kapasitas calon PMI.

Salah satu mitra yang ditunjuk adalah LPP Agro Nusantara sebagai Migrant Training Centre. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KP2MI dengan Holding PTPN serta Perjanjian Kerja Sama bersama LPP Agro Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2026.

LPP Agro Nusantara memiliki pengalaman panjang sejak 1950 di bidang perkebunan dan dikenal memiliki rekam jejak kuat. Berstatus sebagai Corporate University PTPN Group, lembaga ini juga menjalin kemitraan strategis dengan Direktorat Jenderal Perkebunan serta Badan Pengelola Dana Perkebunan, memperkuat perannya dalam sektor agro dan isu strategis nasional.

“Sebagai bagian dari grup BUMN, menjadi kebanggaan tersendiri bagi LPPAN dipercayai amanah ini,” ujar Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo. Ia menegaskan LPP Agro Nusantara memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mendorong kemajuan agroindustri nasional, dan peran sebagai Migrant Training Centre menjadi langkah strategis dalam memberi sumbangsih nyata bagi negeri.

Pranoto menjelaskan, pelatihan dan sertifikasi yang disiapkan LPP Agro Nusantara dirancang untuk menjadi bekal komprehensif bagi PMI di sektor agro. “Kurikulum bagi PMI sudah kami desain sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya seputar keterampilan kerja. Kami juga sudah mendesain pelatihan yang bisa memberi gambaran kerja dan industri,” katanya. Ia menambahkan, desain pelatihan dan sertifikasi tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik kerja di negara tujuan penempatan sehingga pembelajaran menjadi lebih tepat sasaran.

Sebagai anak perusahaan PTPN, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) turut terlibat aktif dalam skema kerja sama ini. Melalui penandatanganan nota kesepahaman, Holding PTPN memberikan mandat kepada LPP Agro Nusantara untuk mengoptimalkan fasilitas dan intellectual capital yang dimiliki demi menyukseskan program kemitraan bersama KP2MI.

Direktur Utama Holding PTPN, Denaldy Mulino Mauna, menyatakan peran LPP Agro Nusantara sebagai corporate university PTPN Group sejalan dengan kebutuhan program peningkatan kualitas PMI. “Harapannya, peran kami ini bisa memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI,” ujarnya, seiring penguatan kapasitas tenaga kerja migran Indonesia di sektor agro global. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kronologi Detik-Detik Pohon Randu UGM Tumbang Tewaskan Dua Pengendara

Kronologi Detik-Detik Pohon Randu UGM Tumbang Tewaskan Dua Pengendara

Sleman
| Sabtu, 24 Januari 2026, 19:37 WIB

Advertisement

Kenali Tanda Kekurangan Zat Besi yang Kerap Tak Disadari

Kenali Tanda Kekurangan Zat Besi yang Kerap Tak Disadari

Lifestyle
| Sabtu, 24 Januari 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement