Advertisement

Yamaha Turun ke Desa Kesambi, Motor Warga Mejobo Bangkit Seusai Banjir

Media Digital
Kamis, 29 Januari 2026 - 16:17 WIB
Maya Herawati
Yamaha Turun ke Desa Kesambi, Motor Warga Mejobo Bangkit Seusai Banjir Servis gratis dari Program Yamaha Tanggap Banjir Kudus. / ist

Advertisement

KUDUS—Banjir yang melanda Kecamatan Mejobo pada awal Januari 2026 tak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan alat transportasi utama warga: sepeda motor. Di tengah keterbatasan itu, layanan service gratis dari Yamaha menjadi titik balik, membuat ratusan motor yang sempat mogok kembali bisa digunakan untuk menopang aktivitas harian masyarakat.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat sedikitnya 870 rumah terdampak banjir sejak Sabtu (10/1/2026). Genangan sempat menutup akses jalan, meski perlahan surut.

Advertisement

"Di Kecamatan Mejobo, kurang lebih terdapat 870 rumah warga yang terdampak banjir sejak Sabtu (10/1), meskipun saat ini untuk genangan di jalan sudah mulai surut," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, Minggu (11/1/2026).

Sebaran wilayah terdampak meliputi Desa Mejobo dengan 425 rumah, Jojo 200 rumah, Golantepus 150 rumah, Tenggeles 40 rumah, Kesambi 35 rumah, Temulus 20 rumah, serta Desa Hadiwarno yang masih dalam tahap pendataan dengan catatan 20 hektare sawah terendam.

Menurut Eko, banjir dipicu meluapnya debit air dari sejumlah sungai yang melintas kawasan permukiman, antara lain Sungai Piji, Dawe, Logung, Mrisen, Nolo, dan Jati Pasean. Ketinggian genangan bervariasi antara 5–40 sentimeter.

Dampak banjir terasa langsung pada mobilitas warga. Sepeda motor—yang menjadi tulang punggung transportasi—banyak yang mati total akibat terendam air.

“Dampak banjir memang menyeluruh. Selain rumah terendam, perabot rumah tangga juga rusak dan tentu saja sepeda motor. Padahal sepeda motor ini merupakan sarana transportasi yang sangat vital bagi warga,” jelas Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, Sabtu (23/1/2026) di halaman Balai Desa Kesambi.

Masri menyebut layanan service gratis dari Yamaha menjadi bantuan yang sangat berarti bagi warganya.

“Jadi service gratis yang diberikan oleh Yamaha, yang dilakukan oleh Yamaha ini sangat membantu kami. Sepeda motor warga yang sebelumnya mogok karena terendam banjir bisa digunakan kembali. Tidak hanya service saja, tetapi oli sepeda motor juga diganti. Terima kasih Yamaha,” ujar Masri mewakili warga Desa Kesambi.

Dalam kegiatan tersebut, Yamaha menerjunkan tiga mekanik dan satu service advisor. Berbagai merek dan tipe sepeda motor dilayani di halaman balai desa.

“Ibaratnya, yang kami lakukan adalah memberikan pertolongan pertama. Sebagian besar sepeda motor yang terendam banjir mesinnya tidak bisa dihidupkan karena tangki dan komponen lain kemasukan air. Kami hadir untuk memberikan pertolongan awal agar mesin bisa hidup kembali. Penggantian oli gratis kami lakukan supaya motor dapat digunakan lagi,” papar Chief DDS 3 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Bill Gunawan.

Bill menegaskan, layanan ini bersifat penanganan awal. Pemilik kendaraan tetap disarankan membawa motor ke bengkel resmi.

“Oleh karena itu, kami tetap menyarankan kepada pemilik agar setelah motor bisa dihidupkan dan digunakan, segera dibawa ke bengkel resmi untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah motor masih menyisakan bekas rendaman. Beberapa motor matik non-Yamaha tampak menyimpan air di lampu depan, sementara pada motor lain, lumpur terlihat pekat di bagian dalam jok.

“Inilah yang kami maksud, setelah motor bisa hidup, tetap perlu servis lanjutan karena mungkin ada komponen yang harus diganti akibat terendam banjir,” kata Bill. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Digitalisasi Pengiriman Surat Pengadilan, PT Pos Bahas Handbook Baru

Digitalisasi Pengiriman Surat Pengadilan, PT Pos Bahas Handbook Baru

Jogja
| Kamis, 29 Januari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Kelelawar dan Babi Sebarkan Virus Nipah, Ini Penjelasan Lengkap WHO

Kelelawar dan Babi Sebarkan Virus Nipah, Ini Penjelasan Lengkap WHO

Lifestyle
| Selasa, 27 Januari 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement