Advertisement

Dekatkan Buku ke Masyarakat sebagai Penangkal Efek Negatif Gawai

Media Digital
Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:37 WIB
Maya Herawati
Dekatkan Buku ke Masyarakat sebagai Penangkal Efek Negatif Gawai Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online yang digelar di Perdukuhan Selo Barat, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Kamis (5/2/2026). - Harian Jogja - Khairul Ma’arif

Advertisement

KULONPROGO—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama Komisi D DPRD DIY terus berupaya memperkuat fondasi literasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi budaya baca. Salah satunya lewat acara bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online yang digelar di Perdukuhan Selo Barat, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Kamis (5/2/2026).

Dihadiri masyarakat umum dari berbagai lapisan usia, gelaran bedah buku itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran agar penggunaan gawai harus tepat, positif, tidak berlebihan dan ke arah negatif.

Advertisement

Sosialisasi budaya baca ini sebagai strategi jemput bola untuk mendekatkan akses buku bacaan langsung ke tengah pemukiman warga, melampaui sekat-sekat formal perpustakaan sekolah maupun kelurahan.

Pasalnya dalam kesempatan ini juga warga yang hadir diberikan buku berjudul Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online. "Biasanya akses buku ini terbatas di lingkungan sekolah dan perpustakaan atau kelurahan. Ini kami coba langsung turun ke masyarakat untuk kemudian memberikan akses kepada buku. Meningkatkan budaya dan minat membaca masyarakat untuk mengantisipasi berita-berita palsu yang tidak benar," ujar Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan kepada Harian Jogja di lokasi acara, Kamis.

Lewat acara itu, masyarakat nantinya diharapkan memiliki kemampuan analitik yang tidak dapat diperoleh dari gawai. Kemampuan menganalisa hanya bisa diperoleh dari kegiatan membaca buku. Zulfa menilai kegiatan semacam ini sebagai kampanye agar tingkat literasi dan minat baca masyarakat meningkat. Menurutnya, minat baca dan budaya berliterasi yang mumpuni sangat penting di tengah masyarakat sekarang.

"Apalagi di tengah masifnya perkembangan AI [kecerdasan buatan]. Belum lagi bahaya judi online dan pinjaman online sehingga membaca buku fisik sebagai sarana melatih kemampuan analitik yang mendalam agar tidak terjerumus dalam hal negatif gawai," ucap dia.

Berbeda dengan gawai yang penuh dengan distraksi, membaca buku memungkinkan masyarakat memahami sebuah informasi secara utuh dari awal hingga akhir. Buku sumbernya kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lewat bedah buku yang dihadiri langsung masyarakat, DPAD dan Komisi D DIY berharap dapat menjadi katalisator yang memicu gairah literasi bagi mereka yang selama ini sulit mengakses perpustakaan konvensional karena keterbatasan aktivitas. ​Dengan tingkat literasi yang tinggi, masyarakat DIY diharapkan tidak hanya menjadi objek teknologi, tetapi menjadi subjek yang kolaboratif dalam pembangunan demi mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara yang hadir dalam bedah buku itu menambahkan, acara itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat agar generasi muda tidak hanya berkutat di layar gawai. Tidak hanya banyak menghabiskan waktu di kamar dan berselancar di dunia digital sehingga kurang bersosial dan minim kegiatan fisik. "Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kepedulian orang tua kepada anaknya agar tidak terlalu lama menghabiskan waktu bermedia sosial saja," ujar dia. (Advertorial)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berbasis Hotel Simulasi Embarkasi Haji Kulonprogo Dimatangkan

Berbasis Hotel Simulasi Embarkasi Haji Kulonprogo Dimatangkan

Kulonprogo
| Jum'at, 06 Februari 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Asal-usul Nama Virus Nipah: Berawal dari Desa di Malaysia

Asal-usul Nama Virus Nipah: Berawal dari Desa di Malaysia

Lifestyle
| Jum'at, 06 Februari 2026, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement