Advertisement
Pemkab Bantul Integrasikan Pendidikan dan Pariwisata Lokal
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi (kiri) bersama Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (memegan mikrofon) menghadiri acara Promosi Destinasi Wisata Mangunan dan Potensi Jasa Usaha Lokal Bantul, Kamis (5/2/2026). Harian Jogja - Kiki Luqman
Advertisement
BANTUL-Pemkab Bantul berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dengan mengintegrasikan sektor pariwisata dan pendidikan. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan jasa usaha pariwisata lokal dalam berbagai kegiatan pendidikan, termasuk study tour sekolah.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, upaya tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut surat edaran bupati tentang optimalisasi penggunaan sumber daya lokal.
Advertisement
Hal itu juga disampaikan dalam pertemuan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta perwakilan lurah se-Kabupaten Bantul, Kamis (5/2/2026).
Menurut Halim, sektor pariwisata perlu disinergikan dengan dunia pendidikan karena segmen pelajar menjadi penyumbang utama kunjungan wisata di Bantul maupun DIY. “Kenapa sektor pariwisata ini harus dihubungkan dengan sektor pendidikan? Ya, karena wisatawan di Indonesia, di DIY, di Bantul itu 60 persen adalah segmen pelajar,” kata Halim.
BACA JUGA
Ia menegaskan, kegiatan study tour yang selama ini menjadi bagian pembelajaran luar ruang diharapkan dapat memanfaatkan layanan usaha pariwisata milik pelaku lokal. Mulai dari transportasi, biro perjalanan wisata, hingga berbagai jasa pendukung lainnya.
“Ini soal pemanfaatan sumber daya lokal yang kami miliki termasuk jasa-jasa usaha pariwisata lokal. Mulai dari transportasi menggunakan bus-bus dari [PO] Bantul, penggunaan biro perjalanan Bantul, dan jasa-jasa usaha yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi ekonomi daerah. Selain menggerakkan roda usaha lokal, pajak dari aktivitas ekonomi tersebut juga akan kembali menjadi pendapatan daerah.
“Sehingga ini terjadi konsolidasi, konsolidasi sumber daya ekonomi dari kami, oleh kami, untuk kami. Karena sumber daya yang kita miliki termasuk perusahaan-perusahaan jasa pariwisata ini pajaknya juga nanti larinya ke Bantul. Keluar dari kantong kiri masuk ke kantong kanan,” katanya.
Halim menambahkan, penguatan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi penting di tengah tuntutan kemandirian fiskal daerah. Dia menyebut adanya penurunan transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
“Kemandirian fiskal itu bahwa pembiayaan pembangunan daerah sejauh mungkin daerah ini menyediakannya secara mandiri. Karena adanya penurunan TKD [transfer ke daerah], yang hari ini lebih dari Rp200 miliar, hampir mendekati Rp300 miliar transfer keuangan daerah itu dipotong,” kata Bupati.
Penggerak Ekonomi
Di sisi lain, Halim menegaskan Pemkab Bantul tidak pernah melarang kegiatan study tour. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor strategis yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah. “Karena sektor pariwisata itu adalah lokomotif ekonomi, terutama di DIY. Kalau lokomotifnya ini mandek, maka gerbong-gerbong ekonomi di belakangnya juga mandek,” ucapnya.
Dia menilai, pembatasan kegiatan wisata pelajar secara total dapat berdampak pada sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, industri kerajinan, hingga pertanian.
Meski demikian, Halim menegaskan study tour bukan kegiatan wajib bagi sekolah, melainkan bersifat pilihan yang memiliki nilai edukatif.
“Study tour itu tidak wajib, tetapi penting. Supaya anak-anak punya experience, anak-anak mengerti dunia luar,” katanya.
Lebih lanjut, Halim menuturkan pelajar Bantul tetap diperbolehkan melakukan kunjungan wisata ke luar daerah.
Namun, dia mendorong agar penggunaan jasa transportasi maupun biro perjalanan tetap melibatkan pelaku usaha dari Bantul. “Boleh tidak pelajar Bantul itu berwisata di luar DIY? Ya jelas boleh. Tetapi menggunakan alat transportasi dari Bantul, agen perjalanan dari Bantul, sehingga pemanfaatan sumber daya lokal bisa optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengatakan optimalisasi penggunaan jasa usaha lokal menjadi bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mendukung pelaku usaha lokal. “Instansi pemerintah, sekolah, hingga kelurahan didorong untuk memanfaatkan jasa usaha pariwisata Bantul dalam berbagai kegiatan, seperti perjalanan dinas, penyelenggaraan kegiatan luar daerah, hingga penerimaan tamu.” (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 Februari 2026, Lengkap dari Palur-Tugu
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement




