Advertisement
Farmasi UAD Perkuat Literasi Halal Bersama PCIM Jepang
Fakultas Farmasi UAD menghadirkan Founder Japan Halal Association (JHA), Hind Hitomi Remon, sebagai pembicara utama.ist
Advertisement
JOGJA— Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang. Program ini mengusung tema Healthy and Halal Living: Health Literacy, Halal Products, and Cosmetic Product Safety.
Rangkaian kegiatan diawali sejak Januari 2026 dengan fokus edukasi pencegahan penyakit kronis serta pemanfaatan obat herbal secara tepat. Pada sesi lanjutan, Fakultas Farmasi UAD menghadirkan Founder Japan Halal Association (JHA), Hind Hitomi Remon, sebagai pembicara utama.
Advertisement

BACA JUGA
Antusiasme peserta tercatat tinggi. Jumlah pendaftar bahkan melebihi kapasitas ruang Zoom yang disediakan panitia. Untuk mengakomodasi minat tersebut, kegiatan kemudian disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube, sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai wilayah, termasuk diaspora Indonesia di Jepang.
Dalam pemaparannya, Hind Hitomi Remon mengulas secara komprehensif sejumlah bahan kritis (critical ingredients) yang lazim digunakan dalam produk pangan Jepang dan berpotensi menimbulkan keraguan kehalalan. Ia juga memaparkan praktik industri pangan di Jepang serta tantangan dalam proses sertifikasi halal, khususnya bagi konsumen Muslim yang tinggal maupun berkunjung ke Negeri Sakura.
Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. apt. Nina Salamah, M.Si., dosen dan peneliti Fakultas Farmasi UAD. Prof. Nina membahas sejumlah bahan pangan seperti gelatin, shoyu, dan mirin dari sudut pandang kehalalan. Ia menekankan pentingnya literasi halal berbasis sains dan regulasi agar masyarakat lebih kritis dan cermat dalam memilih produk.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan terkait cara mengonfirmasi status halal langsung kepada perusahaan Jepang, teknik membaca komposisi bahan pada label produk, potensi kontaminasi silang (cross contamination), hingga strategi memperoleh informasi yang valid mengenai bahan baku produk.
Panitia menyampaikan bahwa rangkaian PkM Internasional Fakultas Farmasi UAD akan terus berlanjut dengan tema-tema strategis lainnya. Pada sesi berikutnya, materi akan difokuskan pada kosmetik halal, dan program direncanakan ditutup pada Mei 2026 melalui kegiatan tatap muka dengan tema gaya hidup sehat, halal lifestyle, dan kosmetik halal.
Melalui program ini, Fakultas Farmasi UAD menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam penguatan literasi halal di tingkat internasional, sekaligus menjembatani kebutuhan informasi masyarakat Muslim terkait produk pangan dan gaya hidup halal, khususnya di Jepang. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Advertisement
Obat Palsu Ancam Nyawa, BPOM Perketat Pengawasan Usai Peringatan WHO
Advertisement
Advertisement
Advertisement




