Advertisement

Lima Properti di Malioboro Bentuk Emergency Response Team

Media Digital
Selasa, 10 Februari 2026 - 16:07 WIB
Maya Herawati
Lima Properti di Malioboro Bentuk Emergency Response Team Dari kiri ke kanan, Store Manager Krisna Oleh-Oleh Nusantara Arisandi Ariantoko; General Manager Malyabhara Hotel Ika Setyaningroem; General Manager Novotel Suites Yogyakarta Malioboro Novi Soesanto; General Manager Malioboro Mall Budi Setia Raharjo; serta General Manager Plaza Malioboro Indra Gunawan Wicaksono saat penandatanganan MoU ERT Gabungan Kawasan Malioboro di Mataram 2 Ballroom, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, Selasa (10/2 - 2026). Anisatul Umah/Harian Jogja.

Advertisement

JOGJA—Lima properti di kawasan Malioboro membentuk Emergency Response Team (ERT) Gabungan untuk memperkuat kesiapsiagaan darurat menghadapi bencana alam dan risiko kebakaran di jantung pariwisata Kota Jogja.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ERT Gabungan Kawasan Malioboro digelar di Mataram 2 Ballroom, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, Selasa (10/2/2026), sebagai langkah kolaboratif lintas pengelola gedung yang lokasinya saling berhimpitan.

Advertisement

Adapun lima properti yang terlibat dalam kerja sama ini yakni Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, Malyabhara Hotel, Malioboro Mall, Plaza Malioboro, dan Krisna Oleh-Oleh Nusantara. Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan sistem tanggap darurat terpadu di kawasan strategis wisata.

General Manager Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, Novi Soesanto, menjelaskan pembentukan ERT Gabungan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya terkait isu kemanusiaan dan keselamatan di kawasan Malioboro.

Menurutnya, bagi pelaku usaha yang memiliki lokasi berdekatan, kolaborasi tidak semata berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada aspek keselamatan bersama. Ia menyebut evaluasi rutin dan inventarisasi kesiapsiagaan di masing-masing properti telah mulai dilakukan secara konsisten.

"Semoga saja menjadi pilot untuk Jogja yang bersinggungan bisnisnya. Kita kalau ada apa-apa bisanya nggedor tetangga, terima kasih untuk semua yang sudah datang dan dukungannya," kata Novi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi ERT Gabungan Kawasan Malioboro merupakan langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Ia menyinggung sejumlah peristiwa kebencanaan yang terjadi di berbagai daerah, termasuk gempa bumi di Pacitan, sebagai pengingat pentingnya kesiapan bersama.

"Oleh karena itu, perlu dilakukan aksi nyata. Kerjasama ini bisa menjadi percontohan di kawasan-kawasan lainnya. Sesuai dengan deklarasi kami seluruh stakeholder yang ada teguh menjadikan Kota Jogja tangguh," ucapnya.

Nur Hidayat juga berharap pembentukan ERT Gabungan ini memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata, karena aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan.

"Jadi seperti pesan Pak Presiden kesiapsiagaan harus hadir setiap saat, jangan disepelekan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja, Taokhid, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan ERT Gabungan Kawasan Malioboro. Ia menilai upaya mitigasi bencana dan risiko kebakaran tidak dapat berjalan efektif tanpa kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Jogja memiliki program menjadikan Jogja aman dari kebakaran. Untuk mewujudkannya, pemerintah perlu melibatkan seluruh stakeholder, masyarakat, serta pelaku usaha di kawasan padat bangunan seperti Malioboro.

"Ini menjadi salah satu contoh bagi pengelola-pengelola gedung yang lain, mungkin akan kami jadikan semacam percontohan untuk kawasan-kawasan lainnya di Kota Jogja," ungkapnya.

Ia menambahkan kawasan dengan karakter bangunan yang saling berhimpitan dinilai sangat tepat untuk penerapan ERT Gabungan. Namun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan agar sistem tanggap darurat terpadu ini berjalan optimal.

"Tetapi juga dalam pelaksanaannya nanti memang perlu adanya evaluasi sehingga ERT Gabungan ini menjadi lebih optimal kedepannya. Keselamatan baik dari bencana maupun terkait dengan risiko kebakaran menjadi tanggung jawab kita bersama," lanjutnya.

Pembentukan ERT Gabungan Kawasan Malioboro ini diharapkan menjadi model kolaborasi keselamatan di kawasan wisata Kota Jogja, sekaligus memperkuat sistem tanggap darurat terpadu di pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata tersebut. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Puncak Musim Hujan DIY Bertahan hingga Maret, BPBD Tetap Siaga

Puncak Musim Hujan DIY Bertahan hingga Maret, BPBD Tetap Siaga

Jogja
| Selasa, 10 Februari 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Lifestyle
| Selasa, 10 Februari 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement