Advertisement
Bedah Buku Jadi Pintu Masuk Geliatkan Iklim Usaha
Anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku bertajuk Revolusi Digital UMKM: Etika Bisnis, Teknologi dan Informasi sebagai Kunci Sukses di Kantor Kalurahan Pleret, Selasa (10/2 - 2026)
Advertisement
BANTUL— Upaya menumbuhkan minat masyarakat untuk berusaha terus didorong melalui pendekatan literasi. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan bedah buku bertajuk Revolusi Digital UMKM: Etika Bisnis, Teknologi dan Informasi sebagai Kunci Sukses yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Kantor Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Selasa (10/2/2026).
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan bedah buku tersebut menjadi strategi untuk mendekatkan masyarakat dengan bacaan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi sehari-hari. DPAD DIY mendistribusikan sekaligus menyosialisasikan buku bertema UMKM agar dapat menjadi inspirasi warga untuk mulai menjalankan usaha.
Advertisement
Seiring perkembangan teknologi saat ini, kata dia, tantangan dunia usaha ke depan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan menganalisis informasi di tengah derasnya arus berita dan data. Melalui buku tersebut, masyarakat diharapkan mampu membaca peluang serta mengolah informasi menjadi langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan.
Penguatan UMKM
BACA JUGA
Sementara itu, anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menilai kegiatan bedah buku ini menjadi bagian dari upaya membumikan budaya baca sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan sektor UMKM.
Ia menyebut Kalurahan Pleret memiliki potensi besar karena telah memiliki kelompok UMKM yang produknya dipasarkan hingga ke luar daerah. Selain itu, wilayah ini juga ditopang oleh kelembagaan ekonomi seperti koperasi desa dan badan usaha milik kalurahan. Revolusi digital, lanjutnya, merupakan keniscayaan yang harus direspons dengan perubahan pola usaha dari yang bersifat tradisional menuju lebih modern.
“Pasar itu sebenarnya sudah ada. Kebutuhan makan minum kantor pemerintahan bisa disuplai oleh UMKM. Bedah buku ini diharapkan membuka strategi baru, lalu ditindaklanjuti oleh kalurahan melalui pendampingan agar UMKM benar-benar berkembang,” ujarnya.
Lurah Pleret, Taufiq Kamal, menyambut positif kegiatan tersebut karena sejalan dengan misi membangun masyarakat yang cerdas dan religius. Ia berkaca pada pengalaman pengelolaan badan usaha milik kalurahan yang sempat mengalami kerugian akibat tata kelola keuangan yang kurang baik. “Kerugian itu bukan soal modal, tetapi manajemen. Setelah tata kelola diperbaiki, pada 2024 dan 2025 kami sudah mencatat laba. Itu juga dibahas dalam buku ini,” katanya.
Melalui kegiatan bedah buku, Taufiq berharap kualitas sumber daya manusia masyarakat Pleret semakin meningkat dan pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan oleh warga yang telah memiliki maupun yang akan merintis usaha. “Dari membaca, ide bisa tumbuh dan diharapkan diterapkan langsung,” ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Advertisement
Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi
Advertisement
Advertisement
Advertisement



