Advertisement

Bank Jateng Dukung Digitalisasi Retribusi Pasar Surakarta

Media Digital
Rabu, 11 Februari 2026 - 11:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Bank Jateng Dukung Digitalisasi Retribusi Pasar Surakarta Pemerintah Kota Surakarta menggelar Festival Pasar sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perdagangan rakyat sekaligus mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan pasar tradisional.

Advertisement

SURAKARTA—Pemerintah Kota Surakarta menggelar Festival Pasar sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perdagangan rakyat sekaligus mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan pasar tradisional.

Kegiatan yang berlangsung mulai Kamis (5/2/2026) hingga 8 Agustus 2026 itu dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan perbankan, serta para pelaku usaha pasar. Festival secara resmi dibuka Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, S.Sos., M.H.

Advertisement

Dalam sambutannya, Arif menegaskan Festival Pasar tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga momentum pembenahan tata kelola pasar rakyat agar lebih modern, profesional, dan kompetitif.

“Pasar rakyat dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Festival Pasar ini menjadi salah satu upaya mendorong transformasi pasar tradisional di Kota Surakarta,” ujarnya.

Perkuat Sinergi Digitalisasi

Dukungan terhadap transformasi tersebut juga datang dari sektor perbankan. Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta, Sutanti, menyatakan komitmen pihaknya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam penguatan sistem pembayaran digital.

“Bank Jateng akan selalu support atas kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Surakarta, untuk memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kota dengan Bank Jateng guna menciptakan Surakarta menjadi Kota Smart City,” kata Sutanti.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran, khususnya retribusi pasar dan shelter.

Menurut Astrid, pembayaran retribusi kini telah diterapkan secara non tunai dan lebih transparan. Sistem tersebut diawali melalui layanan m-banking Bima Mobile Bank Jateng, serta dapat dilakukan melalui berbagai kanal pembayaran digital lain seperti OVO, GoPay, dan platform non tunai lainnya.

“Digitalisasi pembayaran retribusi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pelayanan publik, sekaligus mendukung terwujudnya Surakarta sebagai kota cerdas (Smart City),” ungkapnya.

Menuju Ekosistem Pasar Modern

Melalui Festival Pasar, Pemkot Surakarta berharap tercipta ekosistem pasar rakyat yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi digital dinilai menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas pelayanan kepada pedagang maupun masyarakat.

Upaya ini sekaligus memperkuat posisi pasar tradisional agar tetap relevan di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada sistem pembayaran digital. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Polresta Jogja Apresiasi Mahasiswi Gagalkan Jambret

Polresta Jogja Apresiasi Mahasiswi Gagalkan Jambret

Jogja
| Rabu, 11 Februari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Lifestyle
| Selasa, 10 Februari 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement