Advertisement

OAOT 2026 Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit di Lereng Muria

Media Digital
Rabu, 11 Februari 2026 - 16:57 WIB
Sunartono
OAOT 2026 Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit di Lereng Muria Djarum Foundation tanam 60.321 bibit MPTS di lereng Muria lewat OAOT 2026, perkuat ekosistem dan ekonomi petani kopi Kudus. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, KUDUS—Program OAOT 2026 Djarum Foundation menanam 60.321 bibit Multipurpose Tree Species (MPTS) di lereng Muria, Kabupaten Kudus, sebagai upaya memperkuat ekosistem dan ketahanan ekonomi petani kopi. Penanaman ini merupakan hasil konversi gerakan digital One Action One Tree (OAOT) yang digagas Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

Sebanyak 60.321 bibit MPTS tersebut dihimpun dari partisipasi publik selama dua bulan terakhir dan akan ditanam secara bertahap di kawasan lereng Gunung Muria. Program ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan BLDF dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.

Advertisement

Pada tahun keenam penyelenggaraan #OAOT, tercatat 650 peserta berkontribusi dalam aksi peduli lingkungan melalui aktivitas berlari, bersepeda, serta bermedia sosial. Dari partisipasi tersebut, capaian kumulatif aktivitas bersepeda mencapai 67.941 kilometer, aktivitas lari menembus 31.051 kilometer, serta 525 konten media sosial terpublikasi di Instagram.

#OAOT merupakan agenda tahunan dari Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang bertujuan mengajak generasi muda melakukan aksi nyata menjaga lingkungan. Melalui kolaborasi dengan kelompok tani, bibit yang ditanam dirawat di sekitar lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, dengan tujuan memberikan dampak ekologis sekaligus nilai ekonomi jangka panjang bagi komunitas setempat.

Penanaman bibit menjadi bagian dari seremoni penutupan #OAOT 2026 yang digelar di Balai Desa Japan, Kabupaten Kudus. Lewat pendekatan terintegrasi, BLDF mendorong pelestarian lingkungan yang selaras dengan penguatan ekonomi lokal. Bersama petani Kopi Muria, bibit pohon dirawat hingga memiliki nilai ekonomi, sehingga berkontribusi pada pemulihan ekosistem lereng Muria sekaligus membuka peluang penghidupan berkelanjutan bagi petani.

Director – Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menyampaikan bahwa OAOT dirancang untuk mempertemukan gaya hidup generasi muda dengan aksi konkret pelestarian lingkungan. “OAOT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan. Melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mutiara.

Mutiara menambahkan, dukungan BLDF tidak berhenti pada penyediaan bibit. “Karena itu, kami juga melengkapi program ini dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial. Pendekatan ini kami lakukan untuk mendukung visi para petani Kopi Muria dalam memperkenalkan Kopi Muria kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal,” lanjutnya.

Kawasan lereng Muria dikenal sebagai wilayah strategis dengan fungsi ekologis penting sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem. Berdasarkan keterangan Kementerian Kehutanan, sistem agroforestri Kopi Muria yang dikembangkan masyarakat setempat berperan menjaga keseimbangan lingkungan, menekan risiko erosi, serta menopang keberlanjutan penghidupan petani kopi.

Dari sisi pemerintah, kolaborasi lintas sektor tersebut mendapat apresiasi. Kementerian Kehutanan menilai sinergi antara BLDF, komunitas lokal, dan pegiat konservasi sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan, Ayi Firdaus Maturidy, dalam sambutannya menegaskan keterlibatan aktif masyarakat menjadi elemen kunci kebijakan nasional. “Gunung Muria memiliki peran dalam ekologis dan ekonomi, namun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Sehingga peran para mitra, salah satunya Djarum Foundation dapat dilakukan berkelanjutan. Inisiatif kolaboratif seperti yang dilakukan di lereng Muria ini juga menunjukkan bahwa ketika masyarakat, komunitas, dan pihak swasta bergerak bersama, upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan,” ujar Ayi.

Komitmen tersebut selaras dengan inisiatif konservasi berbasis masyarakat yang digerakkan Ketua Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria), Teguh Budi Wiyono. Sejak 2021, Teguh bersama 20 relawan dan petani kopi konsisten menanam serta merawat pohon di kawasan lereng Muria dengan dukungan penyediaan bibit dari BLDF. “Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka dan rawan. Dari situ kami mulai menanam bersama warga dan relawan. Pelan-pelan, tapi rutin,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, dukungan berbagai pihak memperkuat gerakan yang telah dirintis masyarakat. “Bantuan bibit dari BLDF sangat membantu kami memperluas penanaman. Harapannya, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani, supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi,” kata Teguh.

Sementara itu, perwakilan top leaderboard mahasiswa #OAOT kategori lari, Muhammad Rifa Febrian, menilai gerakan ini membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata melalui hobi dan aktivitas sehari-hari yang terhubung langsung dengan upaya konservasi dan memberi dampak bagi masyarakat penerima manfaat, sekaligus memperkuat keberlanjutan ekosistem dan ekonomi petani kopi di lereng Muria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bansos Makan Gratis Gunungkidul Cair, Didukung APBD Rp1,32 Miliar

Bansos Makan Gratis Gunungkidul Cair, Didukung APBD Rp1,32 Miliar

Gunungkidul
| Rabu, 11 Februari 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Lifestyle
| Selasa, 10 Februari 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement