Advertisement
OAOT 2026 Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit di Lereng Muria
Aksi penanaman 60.321 bibit pohon jenis multipurpose tree species (MPTS) oleh Djarum Foundation Bhakti Lingkungan bersama generasi muda Siap Darling dan masyarakat setempat di lereng Gunung Muria, Kudus, Rabu (10/2/2026).Harian Jogja - BLDF
Advertisement
Harianjogja.com, KUDUS—Sebanyak 60.321 bibit pohon ditanam secara bertahap di Lereng Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah, dalam gerakan digital One Action One Tree (OAOT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
Program ini dikembangkan menggunakan konsep agroforestri. Berbagai jenis tanaman produktif antara lain alpukat,, durian, kelengkeng, dan matoa, ditanam secara bertahap untuk dijadikan naungan tanaman unggulan yakni kopi muria .
Advertisement
OAOT merupakan kegiatan tahunan dari Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang melibatkan generasi muda bersama-sama melakukan aksi nyata peduli lingkungan. Pada tahun keenam penyelenggaraan, sebanyak 650 peserta turut berkontribusi pada aksi peduli lingkungan lewat rangkaian aktivitas seperti berlari, bersepeda, dan membikin konten di media sosial.
Dari partisipasi tersebut, tercatat capaian kumulatif aktivitas bersepeda 67.941 kilometer, aktivitas lari 31.051 kilometer, dan sebanyak 525 konten media sosial terpublikasi pada kanal Instagram. Dari kilometer dan konten yang dihasilkan, akan dikonversi menjadi bibit pohon yang ditanam untuk memulihkan ekologi dan mengungkit perekonomian warga di Lereng Muria.
BACA JUGA
Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara menyampaikan OAOT dirancang untuk mempertemukaan gaya hidup generasi muda dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. “Melalui OAOT kami ingin mendorong generasi muda terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mutiara dalam acara penutupan OAOT 2025 sekaligus kick-off OAOT 2026 yang digelar di Balai Desa Japan, Dawe, Lereng Gunung Muria Kudus, Selasa (10/2/2026).
Dukungan BLDF, kata dia, tidak berhenti pada penyediaan bibit pohon. Program ini dilengkapi dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial.
Melalui inisiatif OAOT, BLDF mendorong pendekatan pelestarian lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Bekerja sama dengan petani Kopi Muria, bibit pohon dirawat hingga memberikan nilai ekonomi, sehingga inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem lereng Muria, tetapi juga membuka peluang penghidupan keberlanjutan bagi petani setempat.
Ketua Yayasan Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria), Teguh Budi Wiyono, mengatakan penanaman puluhan ribu bibit baru memberi harapan baru bagi kawasan Lereng Muria sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem. Dia juga berharap masa depan kopi muria lebih dikenal luas dan menjadi komoditas andalan untuk penguatan ekonomi lokal.
“Hasil uji menunjukkan kopi Muria punya keunggulan memiliki kandungan kalium yang sangat tinggi,” ujarnya.
Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan Ayi Firdaus Maturidy, dalam sambutannya menegaskan Kementerian Kehutanan menilai sinergi antara BLDF, komunitas lokal, dan pegiat konservasi sebagai pendekatan yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat.
Perwakilan Top Leaderboard Mahasiswa #OAOT kategori lari Muhammad Rifa Febrian menilai gerakan ini memberi ruang bagi generasi muda berkontribusi nyata melalui hobi dan aktivitas sehari-hari. “Kami bisa terhubung dengan upaya konservasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata dia.
Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) memulai inisiasi penghijauan sejak tahun 1979 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hingga kini, melalui program Djarum Trees for Life, BLDF telah menanam lebih dari 2,4 juta pohon yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk penanaman pohon trembesi di sepanjang Pantura Jawa, Pulau Lombok, jalur Trans Jawa serta Trans Sumatra. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Tunda Skema Hemat BBM, Tunggu Rapat Besok
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








