Advertisement

Pemkot Jogja Ajak UMKM Manfaatkan AI untuk Dongkrak Pemasaran

Media Digital
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:19 WIB
Jumali
Pemkot Jogja Ajak UMKM Manfaatkan AI untuk Dongkrak Pemasaran Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan (tengah), dan AI Driven Digital Marketer Ifran Akbar Wildani (pertama dari kanan) dalam talkshow bertajuk Level UP! Digitalisasi & AI untuk UMKM yang digelar di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogja, Rabu (11/2/2026) - Harian Jogja/Stefani Yulindriani

Advertisement

JOGJA—Pemkot Jogja mendorong pelaku UMKM dan pemuda berani memulai usaha serta memanfaatkan AI untuk pemasaran guna memperkuat daya saing di era digital.

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menegaskan pelaku UMKM harus yakin pada kualitas produk dan terus belajar, termasuk memaksimalkan teknologi digital serta artificial intelligence (AI). Ia mendorong pelaku UMKM untuk berani memulai usaha serta konsisten mengembangkan produk. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada keyakinan terhadap kualitas produk, semangat pantang menyerah, dan kemauan belajar hal baru, termasuk teknologi digital.

Advertisement

Ia juga menilai peran pemuda sangat strategis dalam pengembangan UMKM di Kota Jogja maupun daerah lain. Banyak mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jogja diharapkan mampu membawa bekal kewirausahaan saat kembali ke daerah asal untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Kami ingin mengubah pola pikir. Selama ini sering kali yang diajarkan bukan semangat kewirausahaan, tetapi menunggu bantuan atau hibah. Ke depan, pelaku UMKM harus berani mulai, punya greget untuk berkembang, dan memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya dalam talkshow bertajuk Level UP! Digitalisasi & AI untuk UMKM yang digelar di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogja, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, pelaku UMKM perlu percaya diri terhadap kualitas produknya dan tidak ragu memasarkan secara lebih luas. Untuk memperkuat daya saing, produk dapat dikombinasikan dengan ciri khas tertentu agar berbeda di pasaran.

“Kalau produknya sudah yakin bagus, jangan kecil hati soal pemasaran. Banyak kemudahan sekarang, bisa belajar dari dinas, komunitas, maupun teknologi. Yang penting produknya kuat dan pelaku usahanya tekun,” katanya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM mempelajari praktik baik dari usaha lain sebagai referensi, kemudian mengembangkan keunikan masing-masing. Di sektor kuliner dan fesyen, misalnya, pelaku usaha dapat membaca tren pasar lalu menambahkan karakter khas pada produknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengapresiasi adanya pelatihan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan arah pembangunan ekonomi Kota Jogja yang menitikberatkan transformasi digital sektor usaha kecil dan menengah.

Tri Karyadi menilai kehadiran media dalam kegiatan pelatihan dan edukasi UMKM menjadi jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

“Kehadiran media semacam ini menjadi jembatan yang sangat penting antara kebijakan di Pemkot Jogja dengan praktik usaha yang banyak bersinggungan langsung dengan kebutuhan UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi bukan sekadar penggunaan perangkat, tetapi juga perubahan pola pikir agar pelaku usaha lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemkot Jogja, lanjutnya, terus mengaktivasi berbagai program untuk mempercepat transformasi UMKM.

Produk UMKM Kota Jogja dinilai memiliki daya tarik kuat, namun perlu didukung pengemasan yang lebih baik agar nilai tambah meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kolaborasi antara media, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan memperkuat ekosistem UMKM di era digital.

Sementara itu, AI Driven Digital Marketer Ifran Akbar Wildani menuturkan teknologi AI saat ini sangat membantu pelaku UMKM dalam proses promosi dan branding dengan biaya lebih efisien. Berbagai aplikasi seperti ChatGPT, Canva, hingga aplikasi pengolah gambar dan musik berbasis AI dapat dimanfaatkan untuk membuat konten promosi, desain visual, hingga jingle produk.

“ChatGPT bisa membantu membuat caption atau ide konten. Canva memudahkan pembuatan materi promosi. Bahkan sekarang ada AI untuk membuat foto produk atau jingle. Dulu semua itu butuh biaya besar, sekarang bisa lebih hemat waktu dan biaya,” katanya.

Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu memahami detail produk dan target pasar agar konten promosi yang dihasilkan tepat sasaran. Penggunaan AI juga harus memperhatikan etika, seperti tidak menggunakan wajah atau identitas seseorang tanpa izin.

Kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan Harian Jogja, AI Connect, Pemerintah Kota Yogyakarta, PDIN Yogyakarta, Astra Motor Yogyakarta, JNE, Dinamix, Alfamart, Bakpia Pathok 25, Gembira Loka Zoo, PDAB Tirtatama, PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul, Gus Hilmy, The 101 Yogyakarta Tugu, Satoria Hotel Yogyakarta, Hotel Santika Gunungkidul–Jogja, Morazen Yogyakarta, Greenhost Boutique Hotel, Dynamix, serta Vasana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dokter RSA UGM Ungkap Ciri Leptospirosis di Musim Hujan

Dokter RSA UGM Ungkap Ciri Leptospirosis di Musim Hujan

Sleman
| Rabu, 11 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Lifestyle
| Selasa, 10 Februari 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement