Advertisement

Menjemput Ilmu dari Desa: Jalan Panjang Andari Menuju Guru Besar

Media Digital
Jum'at, 13 Februari 2026 - 12:02 WIB
Sunartono
Menjemput Ilmu dari Desa: Jalan Panjang Andari Menuju Guru Besar Andari Wuri Astuti raih profesor Kebidanan Unisa Yogyakarta dengan kepakaran kesehatan seksual dan reproduksi perempuan berbasis bukti. - Istimewa.

Advertisement

JOGJA—Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta patut berbangga memiliki akademisi seperti Andari Wuri Astuti. Dosen sekaligus Ketua Program Studi S2 Kebidanan Unisa Yogyakarta ini beberapa waktu yang lalu berhasil meraih gelar sebagai profesor atau guru besar Kebidanan dengan Kepakaran Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti.

Pencapaian ini merupakan sebuah penghargaan atas kiprah Andari yang telah melakukan berbagai riset pada Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan yang masih jarang tersentuh. Sosok Andari adalah aset berharga yang bukan saja dimiliki oleh Unisa Yogyakarta, namun milik seluruh bangsa Indonesia.

Advertisement

Dari Desa Hingga Melanglang Buana

Andari Wuri Astuti tumbuh dan berkembang dari keluarga biasa-biasa saja di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Desa tempat dia berasal jauh dari perkotaan. Listrik saja baru masuk ke wilayah tersebut saat Andari mengenyam kelas empat Sekolah Dasar (SD). Oleh sebab itu, Andari kecil masih mengalami rasanya bermain di alam bebas.

Ayahnya Andari wafat saat ia masih di kelas enam SD. Kedua Orangtua Andari merupakan seorang bakul atau pedagang. Andari bercerita orang tuanya tidak pernah merasakan pendidikan tinggi. Ibu Andari semasa mudanya dikenal sebagai perempuan yang cerdas, namun karena tuntutan orang tua sebagai perempuan anak pertama, ibu Andari dipaksa menikah.

“Ibu saya meskipun beliau tidak pernah mengenyam bangku pendidikan tinggi , tapi dalam pengasuhannya beliau sangat mementingkan pendidikan. Ibu saya dengan segala upayanya memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya,” tutur Andari, Rabu (13/01/2025).

Meskipun kedua orang tua Andari bukan orang yang berpendidikan tinggi, Andari sebenarnya tumbuh di keluarga besar yang sangat menomorsatukan pendidikan meskipun dari daerah terpencil. Andari melihat jaman dia masih kecil tahun 80an pakde, omnya dan buliknya nya sudah menjadi insinyur, pelaut dan pada masanya juga sudah merantau dan melanglang buana ke LN. Hal ini turut menumbuhkan hasrat pada seorang Andari untuk turut melanglang buana meraih cita-cita.

Perjalanan pendidikan tinggi Andari dimulai saat ia masuk di Program Studi D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aisyiyah Yogyakarta (kini menjadi Universitas Aisyiyah Yogyakarta). Ia menyebut terjun di dunia kebidanan ini adalah sebuah kebetulan yang berubah menjadi blessing.

Andari sejatinya merupakan lulusan SMAN 1 Wonosari yang dikenal sebagai sekolah nomor satu di Gunungkidul. Semasa ia sekolah, Andari mengaku kalah saing dengan teman-teman sekelasnya yang jauh lebih cerdas dari pada dirinya. Awal-awal ketika memilih kuliah di kebidanan STIKES Aisyiyah Yogyakarta dirinya merasa minder karena tidak berkuliah di perguruan tinggi negeri dan jurusan yang top. Tetapi nasib berkata lain, jejak langkah Andari berkuliah di D3 Kebidanan STIKES Aisyiyah Yogyakarta justru membawanya menuju puncak karier sebagai akademisi. Andari berhasil melanjutkan studinya sampai ke luar negeri bahkan kini sebagai guru besar seputar Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan.

“saya selalu dibilang oleh teman-teman saya SMA yang waktu itu lolos di perguruan tinggi negeri, kalau kuliah saya di ‘luar negeri’ karena saya dikampus swasta. Tapi itu saya kira menjadi doa bagi saya yang akhirnya membawa saya S2 dan S3 Kebidanan di Inggris,” ucap Andari bercerita.

Mendapatkan Gelar Guru Besar

Pada Desember 2025 lalu, Andari Wuri Astuti resmi mendapatkan gelar guru besar Kebidanan dengan kepakaran Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan. Capaian menjadi spesial karena belum banyak akademisi lain yang melakukan pengabdian mendalam pada isu serupa. Andari kini menjadi dosen Unisa Yogyakarta kedua yang berhasil meraih predikat sebagai profesor.

“Raihan sebagai guru besar ini saya maknai sebagai amanah dari Allah yang harus saya jalankan dengan ikhlas dan tanggung jawab, menjadi pengingat untuk meluruskan niat dan menjaga integritas. Selain itu, menjadi guru besar bukan sebagai tujuan akhir, melainkan titik awal dari pengabdian yang lebih luas,” ujarnya.

Andari merupakan akademisi Kebidanan dengan spesialisasi di bidang Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan berbasi bukti. Bidang ini berfokus pada upaya memahami, mencegah, serta menangani masalah kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari remaja, masa reproduksi, kehamilan, nifas, hingga menopause, berdasarkan temuan ilmiah yang kuat, mutakhir teruji. Pendekatan berbasis bukti ini penting untuk memastikan setiap hasil riset, rekomendasi, kebijakan, dan intervensi memiliki landasan riset yang valid, bukan sekedar asumsi, mitos, ataupun kebiasaan semata.

“Alasan saya sangat concern pada masalah kesehatan seksual dan reproduksi ini adalah karena saya seorang bidan dan dosen di Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang mempunyai value perempuan Islam berkemajuan. Hal ini mendorong saya untuk memahami masalah kesehatan reproduksi dan seksual perempuan di sekeliling kita,” ujarnya.

Menurut Andari, persoalan kesehatan reproduksi dan seksual perempuan belum banyak tersentuh. Banyak permasalahan reproduksi perempuan ditangani terlambat atau ditangani namun tidak sensitif terhadap hak dan kebutuhan perempuan. Hadirnya riset yang valid dapat mendorong perbaikan intervensi kebijakan kesehatan yang menyasar perempuan.

“Sebenarnya, dampak ketika perempuan tidak sehat fisil dan psikisnya tentu akan sangat berpengaruh untuk generasi yang akan datang. Untuk mencapai generasi emas yang berkualitas, tentu perlu fondasi yang kuat dari seorang ibu sehingga bisa memberikan pengasuhan yang optimal untuk tumbuh kembang anak-anaknya,” kata Andari menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan kaum perempuan.

Andari memiliki portofolio yang mentereng di dunia akademik, terutama pada isu Kesehatan perempuan yang ia tekuni. Dosen Unisa Yogyakarta tersebut sudah memenangkan berbagai riset kompetisi prestisius internasional misalnya Sanofi Espoir Fondation, Internasional COnfederation of Midwives dan Global Challenge Research Fund, ditingkat nasional misalnya dari DIKTI, BKKBN dan BRIN. Sampai sekarang Andari masih giat melakukan penelitian seputar isu kesehatan seksual dan perempuan, misalnya ia penelitiannya terbaru yang mendapatkan hibah pendanaan dari BRIN yang mengulas seputar penggunaan Virtual Reality parenting simulator untuk menyiapkan orangtua mendampingi tumbuh kembang anak.

Dukungan Keluarga dan Unisa Yogyakarta

Sosok Andari Wuri Astuti telah memberi inspirasi dalam perjuangan dan pengabdiannya terutama bagi kaum perempuan. Andari sendiri mengaku keberhasilan perjalanannya hingga hari ini tidak terlepas dari dukungan keluarga besar selaku support system yang menyokong langkahnya. Selain itu Sosok suami yang selalu memberikan kesempatan dan mendorong untuk upgrading ilmu walaupun harus sering berjauhan saat melakukan studi di luar negeri, dan tentunya anak-anak menjadi sumber motivasi utama bagi Andari untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya.

“Selain keluarga, Tentunya yang juga berjasa pada saya adalah rumah saya Unisa Yogyakarta, yang selalu mendukung karier saya. Memberikan saya kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang hingga mencapai karier akademik sebagai guru besar,” ungkap Andari.

Bagi Andari, Unisa Yogyakarta adalah rumah tempat ia bertumbuh dan belajar. Unisa Yogyakarta tidak hanya membangun kematangan dalam hal akademik pada diri Andari, namun juga pembentukan karakter. Kini, kampus yang menjadi tempat pertama ia menempuh pendidikan tinggi juga menjadi rumah untuk mengabdikan seluruh ilmu yang dimiliki, baik di bidang kebidanan maupun ilmu kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

2 ASN Gunungkidul Dipecat karena Perselingkuhan

2 ASN Gunungkidul Dipecat karena Perselingkuhan

Gunungkidul
| Jum'at, 13 Februari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Daftar Istilah yang Muncul dalam Perseteruan SEAblings dan Knetz

Daftar Istilah yang Muncul dalam Perseteruan SEAblings dan Knetz

Lifestyle
| Jum'at, 13 Februari 2026, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement