Advertisement

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tanam Pohon dan Kuliah Umum di Jogja

Media Digital
Senin, 16 Februari 2026 - 13:17 WIB
Maya Herawati
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tanam Pohon dan Kuliah Umum di Jogja Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memulai agenda kunjungan di Jogja dengan aksi tanam pohon bertema Merawat Pertiwi di Embung Giwangan pada Senin (16/2 - 2026). / ist

Advertisement

JOGJA—Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memulai agenda kunjungan di Jogja dengan aksi tanam pohon bertema Merawat Pertiwi di Embung Giwangan pada Senin (16/2/2026). Hal ini ditegaskan sebagai bagian dari gerakan politik lingkungan sekaligus penguatan kesadaran kader terhadap isu pelestarian alam dan tata kelola sampah di Kota Jogja.

Advertisement

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) wilayah Jogja yang bersama-sama menanam berbagai jenis bibit pohon, mulai dari pohon kepel sebagai flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga tabebuya serta tanaman buah-buahan produktif.

Kedatangan Hasto Kristiyanto disambut sejumlah pimpinan daerah, antara lain Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi, Ketua DPC PDIP Kota Jogja Eko Suwanto, serta Wali Kota Jogja dr. Hasto Wardoyo yang hadir bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.

Dalam arahannya di Grha Budaya, Hasto Kristiyanto menyampaikan pidato yang mengaitkan praktik politik dengan nilai falsafah Jawa. Ia menyinggung kisah tokoh Subali yang memperoleh Aji Pancasona karena kecintaan mendalam terhadap bumi sebagai simbol hubungan manusia dengan alam.

"Aji Pancasona itu kekuatannya berasal dari bumi. Pesan moralnya jelas: jika kita merawat bumi, maka bumi akan menghidupi kita. Namun jika kita mengkhianatinya, bumi bisa membelah dan menciptakan kesengsaraan," ujar Hasto di hadapan ratusan kader yang hadir.

Menurutnya, gerakan menanam pohon tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi strategi kebudayaan partai dalam menghadapi dampak ego kapitalisme yang kerap mengeksploitasi lingkungan demi kepentingan politik jangka pendek.

Pada kesempatan itu, Hasto juga membagikan cerita mengenai kebiasaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri. Ia menuturkan bahwa Megawati kerap mengumpulkan biji buah dari setiap kegiatan rapat untuk disemai kembali, termasuk memanfaatkan sisa air minum tamu sebagai pupuk organik.

"Ibu Mega mengajarkan hal-hal fundamental. Bahkan botol plastik bekas tidak dibuang, tapi dijadikan wadah pembenihan. Ini yang harus dicontoh kader di Yogyakarta, terutama dalam menangani masalah sampah di kota ini," tambahnya.

Menanggapi persoalan lingkungan di Kota Jogja, Hasto turut memberikan arahan khusus kepada Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi bakteri pengurai agar aliran sungai di wilayah perkotaan terbebas dari limbah plastik.

Ia juga menekankan bahwa karakter kader PDIP yang berkomitmen terhadap lingkungan dapat tercermin dari tindakan sederhana, seperti kesediaan memungut sampah plastik yang ditemukan di jalan.

Aksi tanam pohon tersebut menjadi rangkaian pembuka sebelum agenda utama Public Lecture Series 002 bertajuk “Spirit of Humanity and Human Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi” yang digelar di lokasi yang sama. Kegiatan diskusi publik itu dijadwalkan menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Rocky Gerung dan Rimawan P., serta dipandu politisi muda Aryo Seno Bagaskoro sebagai pembawa acara. Kehadiran tokoh lintas latar belakang dalam kuliah umum ini diharapkan memperluas diskursus kemanusiaan sekaligus memperkuat pesan kolaborasi sosial yang sejalan dengan agenda kunjungan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jogja. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bentrokan Remaja di Canden Bantul, Polisi Amankan 10 Orang

Bentrokan Remaja di Canden Bantul, Polisi Amankan 10 Orang

Bantul
| Senin, 16 Februari 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Tidur Larut Malam Hambat Penurunan Berat Badan

Tidur Larut Malam Hambat Penurunan Berat Badan

Lifestyle
| Senin, 16 Februari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement