Advertisement
Pandu Negeri Ziarah Gagasan Ki Hadjar Dewantara di Jogja
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan reflektif ke Pendopo Agung Taman Siswa, Senin (16/2 - 2026).
Advertisement
JOGJA — Wadah kolektif anak muda Pandu Negeri kembali menggerakkan literasi kritis melalui gelaran Public Lecture Series 002 di Yogyakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan reflektif ke Pendopo Agung Taman Siswa, Senin (16/2/2026).
Koordinator gerakan Pandu Negeri sekaligus politisi muda, Aryo Seno Bagaskoro, menyebut kunjungan tersebut sebagai upaya menyerap nilai-nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang relevan dengan tantangan pendidikan dan kebijakan publik saat ini.
Advertisement
Usai berkeliling museum, Seno menegaskan Pandu Negeri hadir sebagai movement yang membangun ruang diskusi kritis bagi generasi muda agar tetap aktif mengawal perencanaan pembangunan dan kebijakan pemerintah.
“Pandu Negeri ingin anak muda tidak sekadar menjadi penonton. Kami mendorong lahirnya kesadaran kritis untuk memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada keadilan dan hak generasi,” kata Seno.
BACA JUGA
Pendidikan Harus Memerdekakan
Seno menjelaskan, tema utama Public Lecture Series 002 menyoroti pendidikan, keadilan, dan hak generasi. Menurutnya, pendidikan nasional harus kembali pada khitah sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum.
“Pendidikan itu membangun manusia. Bukan soal bagaimana pendidikan dikapitalisasi atau diprivatisasi. Esensi pendidikan yang memerdekakan harus terus dijaga,” tegasnya.
Kunjungan ke kediaman asli Bapak Pendidikan Nasional memberi kesan mendalam bagi rombongan Pandu Negeri. Seno mengaku tersentuh oleh kesahajaan hidup Ki Hadjar Dewantara, meski menyandang status pahlawan bangsa.
“Dari sini kita belajar bahwa menjadi pendidik itu penuh pengorbanan. Negara harus hadir menjamin kesejahteraan guru agar mereka bisa fokus pada tugas utama mendidik, tanpa dibebani persoalan ekonomi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto yang turut mendampingi rombongan. Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar wisata sejarah, melainkan upaya menghayati gagasan besar pendiri bangsa.
“Hari ini saya menemani Mas Seno Bagaskoro dan Pandu Negeri menghikmati perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Beliau bukan hanya pendidik, tetapi juga anggota BPUPKI bersama Bung Karno yang turut melahirkan Pancasila,” kata Eko.
Jogja Jadi Ruang Konsolidasi Pemikiran
Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kedua Public Lecture Series setelah sebelumnya digelar di Surabaya. Kota Pelajar dinilai strategis karena memiliki sejarah panjang perjuangan pemikiran dan gerakan publik.
Dalam agenda tersebut, Seno turut didampingi Ketua DPRD DIY Nuryadi, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto.
“Kami belajar bersama para tokoh senior. Intinya, kami ingin mengonsolidasikan anak-anak muda agar terus menghidupkan tradisi berpikir kritis demi menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Seno.
Rangkaian kegiatan Pandu Negeri di Yogyakarta akan mencapai puncaknya melalui diskusi publik di Embung Giwangan. Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, di antaranya Rocky Gerung, Hasto Wardoyo, dan Rimawan Pradibyo. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
1.545 Marbot di Sleman Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







