Advertisement

Pandu Negeri Ziarah Gagasan Ki Hadjar Dewantara di Jogja

Media Digital
Senin, 16 Februari 2026 - 19:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Pandu Negeri Ziarah Gagasan Ki Hadjar Dewantara di Jogja Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan reflektif ke Pendopo Agung Taman Siswa, Senin (16/2 - 2026).

Advertisement

JOGJA — Wadah kolektif anak muda Pandu Negeri kembali menggerakkan literasi kritis melalui gelaran Public Lecture Series 002 di Yogyakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan reflektif ke Pendopo Agung Taman Siswa, Senin (16/2/2026).

Koordinator gerakan Pandu Negeri sekaligus politisi muda, Aryo Seno Bagaskoro, menyebut kunjungan tersebut sebagai upaya menyerap nilai-nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang relevan dengan tantangan pendidikan dan kebijakan publik saat ini.

Advertisement

Usai berkeliling museum, Seno menegaskan Pandu Negeri hadir sebagai movement yang membangun ruang diskusi kritis bagi generasi muda agar tetap aktif mengawal perencanaan pembangunan dan kebijakan pemerintah.

“Pandu Negeri ingin anak muda tidak sekadar menjadi penonton. Kami mendorong lahirnya kesadaran kritis untuk memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada keadilan dan hak generasi,” kata Seno.

Pendidikan Harus Memerdekakan

Seno menjelaskan, tema utama Public Lecture Series 002 menyoroti pendidikan, keadilan, dan hak generasi. Menurutnya, pendidikan nasional harus kembali pada khitah sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum.

“Pendidikan itu membangun manusia. Bukan soal bagaimana pendidikan dikapitalisasi atau diprivatisasi. Esensi pendidikan yang memerdekakan harus terus dijaga,” tegasnya.

Kunjungan ke kediaman asli Bapak Pendidikan Nasional memberi kesan mendalam bagi rombongan Pandu Negeri. Seno mengaku tersentuh oleh kesahajaan hidup Ki Hadjar Dewantara, meski menyandang status pahlawan bangsa.

“Dari sini kita belajar bahwa menjadi pendidik itu penuh pengorbanan. Negara harus hadir menjamin kesejahteraan guru agar mereka bisa fokus pada tugas utama mendidik, tanpa dibebani persoalan ekonomi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto yang turut mendampingi rombongan. Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar wisata sejarah, melainkan upaya menghayati gagasan besar pendiri bangsa.

“Hari ini saya menemani Mas Seno Bagaskoro dan Pandu Negeri menghikmati perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Beliau bukan hanya pendidik, tetapi juga anggota BPUPKI bersama Bung Karno yang turut melahirkan Pancasila,” kata Eko.

Jogja Jadi Ruang Konsolidasi Pemikiran

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kedua Public Lecture Series setelah sebelumnya digelar di Surabaya. Kota Pelajar dinilai strategis karena memiliki sejarah panjang perjuangan pemikiran dan gerakan publik.

Dalam agenda tersebut, Seno turut didampingi Ketua DPRD DIY Nuryadi, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto.

“Kami belajar bersama para tokoh senior. Intinya, kami ingin mengonsolidasikan anak-anak muda agar terus menghidupkan tradisi berpikir kritis demi menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Seno.

Rangkaian kegiatan Pandu Negeri di Yogyakarta akan mencapai puncaknya melalui diskusi publik di Embung Giwangan. Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, di antaranya Rocky Gerung, Hasto Wardoyo, dan Rimawan Pradibyo. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

1.545 Marbot di Sleman Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

1.545 Marbot di Sleman Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sleman
| Senin, 16 Februari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Durasi Puasa Ramadan 2026: Terpanjang hingga 20 Jam

Durasi Puasa Ramadan 2026: Terpanjang hingga 20 Jam

Lifestyle
| Senin, 16 Februari 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement